Keuangan Syariah Kian Merekah di Selandia Baru


Islamedia -  Sektor keuangan syariah kian merekah, tak hanya di negara dengan mayoritas muslim, tapi juga hingga negara di mana muslim menjadi minoritas. Bagi muslim di Selandia Baru, kabar gembira itu datang dari perusahaan lembaga keuangan. Sebuah lembaga keuangan di Selandia Baru berencana menawarkan skema pinjaman KPR bebas-riba khusus yang sesuai dengan syariah Islam,bagi warga muslim,  demikian dilaporkan media setempat dan dikutip kantor berita IINA.

Amanah Ethical, nama lembaga keuangan itu, sebelumnya sudah meluncurkan produk keuangan syariah Amanah KiwiSaver Plan pada awal tahun ini. Skema ini ditujukan bagi penyiapan dana pensiun. Sedangkan skema baru untuk keperluan pembelian rumah, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan warga muslim di sektor papan.

"Mereka ingin memiliki rumah sendiri, mereka ingin menjadi orang Selandia Baru sepenuhnya, mereka ingin membesarkan anak-anak mereka di sini," kata Brian Henry, Direktur Amanah, kepada media setempat Sabtu lalu.

Skema pinjaman itu mengenakan "biaya purifikasi" untuk membersihkan pemasukan investasi apapun yang sekiranya diperoleh melalui jalan yang dipandang haram menurut syariat Islam.

"Komunitas imigran muslim di Selandia Baru terus bertambah, mereka berpendidikan tinggi dan punya pekerjaan bagus," ujar Henry.

Warga muslim di Selandia Baru berkeinginan memiliki rumah kepunyaan sendiri, tetapi tidak ingin melanggar keimanan untuk memenuhi keinginan itu.

Skema peminjaman dalam Islam dikenal menyediakan berbagai macam cara akad, agar si peminjam membayar pemberi pinjaman pada harga premium, sembari secara teknis tidak masuk ke dalam jeratan riba.

Henry sendiri belum dapat memastikan kapan produk keuangan itu dilempar ke pasar. (iina/ismed)
close
Banner iklan disini