Festival Sastra PalFest Mulai Dibuka di Ramalah dan Gaza


Islamedia - Festival Sastra Palestina, yang populer dikenal dengan PalFest, telah dibuka pada 23 Mei lalu secara berbarengan di Ramallah dan Gaza. Hadirin tampak ramai memenuhi Lapangan Ottoman di Ramallah untuk menikmati berbagai pembacaan karya baik itu dari penulis dan seniman lokal maupun internasional.

Sastra memiliki sejarah kuat dan bergengsi di dunia Arab. Khususnya di Palestina, tokoh-tokoh sastra seperti Ghassan Kanafani, Edward Said, dan Mahmud Darwis masih terus dikutip hari ini jauh setelah kemangkatan mereka. Tradisi untuk menganyam sastra dan politik tetap terjaga secara intrinsik dalam  karya banyak penulis Palestina generasi baru.

PalFest tampak setia kepada akar asal mula penyelenggaraannya. Kegiatan-kegiatannya dikemas secara terbuka di sudut-sudut kota-kota bersejarah di Palestina dan tetap menyertakan banyak penulis Arab dan Palestina, bersama dengan tokoh-tokoh internasional. Tempat acaranya sendiri dipilih agar kapasitasnya dapat menampung hadirin, dengan tetap mempertimbangkan bahwa pelaksaannya tidak untuk menarik ribuan orang.

Sepanjang padatnya program acara, para peserta diajak ikut serta keliling Palestina untuk membantu memperdalam pemahaman mereka seputar kenyataan dan perjuangan rakyat Palestina sebagaimana mereka dengar langsung dari warga setempat.

Para penulis dan seniman tersebut juga dipacu untuk memanfaatkan profil internasional mereka untuk menyiarkan secara mendunia tentang bagaimana pengalaman mereka di Palestina. Banyak peserta telah menulis soal Palestina dengan begitu bersemangat dan artikulatif pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, serta turut memicu pula lahirnya gerakan BDS (Boycott, Divestment and Sanctions).

PalFest akan berlangsung hingga tanggal 28 Mei di penjuru kota Palestina. Awalnya, kegiatan tersebut diadakan pada tahun 2008 atas prakarsa penulis Mesir, Ahdaf Soueif, yang hingga kini masih mengepalai program sastra itu. Kegiatan Palfest sebagaimana dinyatakan sejak awal, bermaksud untuk "mendukung kehidupan kebudayaan di Palestina, mendobrak pemenjaraan kebudayaan yang dikenakan kepada warga Palestina oleh militer penjajah Israel, serta memperkuat tautan kebudayaan antara Palestina dan komunitas dunia." (memo/ismed)

close
Banner iklan disini