Konferensi Wisata Halal Internasional Akan Berlangsung di Kota Ini


Islamedia -  Bukan lagi Ibnu Batutah atau Cheng-Ho, traveling kini menjadi gaya hidup kebanyakan  kalangan menengah Muslim yang kian tumbuh. Dari sisi industri, pertumbuhannya bukan main-main. Tak heran jika berkembang istilah Wisata Halal, menggambarkan besarnya kebutuhan dan potensi pasar dari para traveler Muslim itu. 

Dalam perkembangan tersebut, lebih dari 1000 orang delegasi dari 50 lebih negara dijadwalkan akan berkumpul di ibukota Turki, Istanbul, untuk mengikuti Konferensi Wisata Halal Internasional kedua (HTC2015). Wisata Halal merupakan satu sektor dengan pertumbuhan pesat di dunia. Nilainya kini diperkirakan sudah mencapai 150 milyar dollar.

"Turki merupakan tujuan wisata Islam terbesar setelah Arab Saudi, sehingga cocok menjadi tuan rumah penyelenggaraan HTC, yakni di Istanbul untuk tahun2015 ini," kata wakil panitia penyelenggara, Tasneem Mahmood, kepada Emirates 24/7 News.

"Timur Tengah kini menjadi pemain kunci bagi masa depan Wisata Halal, baik itu dari perspektif internal maupun eksternal, bisa berkontribusi milyaran bagi industri ini," tambah perempuan yang juga berperan sebagai juru bicara media tersebut.

Kegiatan tiga hari itu, disponsori oleh CM Media bekerjasama dengan Tura Turizm, dan rencananya akan diadakan pada 1-3 Desember 2015 di  Istanbul Lutfi Kirdar Congress & Exhibition Center (ICEC), di jantung wilayah Congress Valley. Kegiatan itu dipandang "vital bagi siapapun yang terlibat secara aktif dalam wisata halal atau bagi yang sedang mencari peluang untuk terjun dalam pasar ini. Kegiatan tersebut bakal menjadi forum pengetahuan yang unggul," tandas Mahmood.

"Semenjak Halal Tourism Conference dimulai pada 2014, upaya peningkatan industri ini di berbagai sektornya telah menjadi perjuangan kami dari hati terdalam. Dalam kegiatan tahun ini, kami ingin mengangkat diskusi ke level berikutnya dan fokus pada pengembangan industri. Hal tadi krusial bagi masa depan sektor ini, khususnya karena Wisata Halal kian matang dan tumbuh begitu cepat. Negara-negara di kawasan Asia Pasifik begitu krusial dalam hal industri Wisata Halal ini," lanjut Mahmood.

"Kami akan menghadirkan beragam pembicara kunci, sesi diskusi panel. dan diskusi bersama bersama para ahli dengan tema-tema terkait, termasuk membahas bagaimana pengembangan pengalaman bertravel, di mana di dalamnya dikaji pula pengintegrasian teknologi baru dan pertumbuhan subsektor travel mewah dan wisata medis," Mahmood kembali menjelaskan.

Para pembicara yang sudah terkonfirmasi hadir untuk kegiatan tahun ini ialah: Simon Coombs, Presiden & CEO Shaza Hotels; Christian Nader, Wakil Presiden Development IMEA,
Wakil President Shaza Hotels; Reem El Shafaki, Senior Associate di DinarStandard, Rafi-Uddin Shikoh, Pendiri dan CEO DinarStandard; Hani Lashin, Group General Manager di Grup Hotel Al Jawhara; Fazal Bahardeen, Pendiri CrescentRating, CEO CrescentRating & HalalTrip; Dr. Jonathan A.J. Wilson, Direktur Program Postgraduate Marketing Suite, University of Greenwich, London dan Editor-in-chief, Journal of Islamic Marketing; Faisal Masood, Pendiri dan Presiden American Muslim Consumer Consortium Inc.; Moulana Mohamed Saeed Navlakhi, Direktur Teologi – South African National Halaal Authority; dan Mr. Asad Sajjad, CEO Gulf Halal Center / Halal Development Council.

Seiring dengan berlangsungnya konferensi, pihak panitia juga menawarkan tur selama dua hari di kota Istanbul untuk para pebisnis yang tertarik dengan suguhan studi kasus secara langsung dari sebuah wilayah yang menjadi lebih Muslim-friendly dan terus secara aktif berusaha memenuhi kebutuhan para traveler Muslim.

Kegiatan HTC yang pertama sendiri diselenggarakan sebelumnya, pada September 2014 di Spanyol, dihadiri lebih dari 400 delegasi dari seluruh dunia. (onislam/islamedia)