Israel Ketakutan Ketika Kelompok Islam Kuasai Pemerintahan Pakistan


Islamedia -  Naiknya kelompok Islam ke puncak kekuasaan di Pakistan, membuat Israel mengalami ketakutan secara diam-diam. Hal ini dilansir media-media Israel yang mengungkap fakta keresahan Israel itu ke publik. 

Dalam artikel yang dilansir pada hari Ahad (19/04/2015) di koran Yesrael Hayom, yang memilki kedekatan dengan kantor PM Benjamen Netenyahu, orientalis Israel Evirem Harari meminta semua penentu kebijakan di internal Israel untuk melalukan kampanye propaganda di seluruh dunia untuk memperingatkan bahaya jatuhnya Pakistan ke pangkuan kelompok Islam. 

Harari menilai naiknya kelompok Islam ke puncak kekuasaan Pakistan yang jumlah penduduknya mencapai 190 juta merupakan mimpi buruk bagi Israel. Ia mengklaim Laskar Thaibah yang membidik titik pariwisata milik yahudi di India tahun 2008 dan mereka memiliki kaitan dengan Prof. Abdul Qadir Khan yang disebut sebagai “bapak bom nuklir” Pakistan. Ia juga mengklaim bahwa Partai Laskar Thaibah didukung oleh badan keamanan Pakistan. 

Harari menyampaikan kemarahannya kepada pemerintah Pakistan setelah keputusan pembebasan Zaki Rahman Ukhowi, pimpinan Laskar Taibah yang dituding India sebagai otak di balik serentetan serangan terhadap pariwisata milik Yahudi di India pada November 2008 yang menewaskan enam pelajar sekolah agama Yahudi. 

Harari juga menuding Pakistan meresmikan sistem pendidikan berdasarkan nilai-nilai anti Semit dan memusuhi Yahudi dan pemerintah Pakkstan juga mendukung sejumlah Jamaah Jihad yang terang-terangan membenci Yahudi. 

Pakistan dinilai memberikan perlindungan kepada Tandzim Al-Qaidah, dimana rumah Usamah bin Laden sendiri berdekatan dengan pangkalan militer Pakistan.



Majalah Israel Defense mengungkap bahwa ambisi mengisolasi Pakistan adalah salah satu faktor yang mendorong Israel membangun hubungan kuat dengan India. Majalah ini menegaskan, ada ambisi India dan Tel Aviv untuk menghadapi bahaya dan ancaman jamaah-jamaah Jihadiah yang beroperasi di dalam Pakistan karena ia dianggap berbahaya bagi keamanan nasional bagi Israel dan India. 

Majalah ini mengutip pernyataan peneliti utama di badan intelijen Israel, Ravel Ovek bahwa Israel dan India memilik kepentingan mengawasi situasi Pakistan yang dianggap kedua pihak (Israel dan India) sebagai pelindung tumbuhnya kelompok Jihadis Sunni.

Ia menyatakan, India berkepentingan mengambil pengalaman dari Israel dalam perang melawan kelompok Islam sementara Israel berkepentingan mengawasi kelompok Islam di Pakistan. Sejak 2006, jamaah jihad itu dianggap sebagai sumber ancaman bagi India. 

Ovek menilai, Israel melihat bahaya besar jika negara Islam Pakistan akan mengembangkan senjata nuklir yang bisa jadi juga akan mengimpor senjata itu ke negara Islam lainnya, terutama negara yang terlibat konflik dengan Israel.[PIP/islamedia/YL]