70 Persen Muslimah Inggris Alami Diskriminasi di Tempat Kerja


Islamedia - Sebuah penelitian menunjukkan perempuan Muslim atau Muslimah lebih rentan mengalami diskriminasi di tempat kerja di Inggris. Sekitar 70 persen Muslimah Inggris sangat mungkin gagal untuk mendapatkan pekerjaan dibanding perempuan lain.

Laporan kantor berita IRNA pada Kamis (23/4), Dr Nabil Khattab dari Universitas Bristol mengungkapkan diskriminasi kerja pada konferensi tahunan Asosiasi Sosiologi Inggris di Glasgow. Menurutnya, diskriminasi terhadap perempuan Muslim di tempat kerja lebih besar dibanding wanita dengan keyakinan lain, meski mereka memiliki kemampuan dan kualifikasi yang sama.

Survei Angkatan Kerja Nasional terbaru juga menunjukkan, tingkat pengangguran di kalangan perempuan Muslim sebesar 18 persen. Sementara, perempuan beragama Hindu 9 persen dan perempuan Kristen hanya 4 persen.

Dr Khattab menganalisis 2.643 sampel dari survei Angkatan Kerja Nasional untuk membandingkan tingkat ketidakberhasilan mereka dalam hal mencari pekerjaan. Ia melakukan penelitian menggunakan sampel dengan kemampuan pendidikan dan bahasa yang setara. Lalu melihatnya berdasarkan status perkawinan, anak, dan keyakinan agama.

Hasilnya, kecenderungan menganggur perempuan Muslim 71 persen, meski memiliki keterampilan yang sama. Sedangkan perempuan Hindu sebesar 57 persen dibanding perempuan Kristen.

"Kegiatan ekonomi di kalangan perempuan Muslim di Inggris tetap lebih rendah dan tingkat pengangguran mereka secara signifikan lebih tinggi dibanding kelompok mayoritas," ujar Dr Khattab seperti dilansir The Independent.

Ia menambahkan, kemungkinan itu disebabkan busana yang digunakan perempuan Muslim. Menurutnya, perempuan Muslim lebih mencolok dibanding perempuan dengan keyakinan agama lain. "Mereka mengenakan jilbab atau simbol agama lainnya, mereka lebih terlihat sehingga mengalami diskriminasi lebih besar," ujarnya. [rol/islamedia]



close
Banner iklan disini