Sains Adalah Sarana Mengenal Allah SWT


Islamedia.co -  Selasa, 17 Maret 2015 Sekolah Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL menggelar kuliah keduanya di Bandung, bertempat di Aula Mi’raj Tour Lt.2, Jl.Cihapit No. 41, Bandung. Kuliah kali ini mengambil tema “The Worldview of Islam” yang dibawakan oleh Dr. Wendi Zarman, seorang pakar dan pegiat Islamisasi Sains.

“Alam di dalam Islam dikenal sebagai ayat Allah, suatu sebutan yang juga disematkan kepada kalimat-kalimat yang ada di dalam al-Qur’an. Ayat tak lain merupakan sebutan untuk tanda. Istilah tanda adalah refleksi dari keberadaan sesuatu yang lain. Keberadaan sesuatu yang lain yang dimaksud di sini adalah Allah, Tuhan Yang Maha Agung. Berulangkali Allah menutup suatu kalimat di dalam al-Qur’an ketika berbicara mengenai fenomena alam dengan pernyataan bahwa semua fenomena alam itu adalah ayat-ayat Allah. Artinya, segala bentuk fenomena alam tak lain merupakan cara Allah untuk memperkenalkan dirinya kepada manusia, para hamba-Nya,” ujar Dr. Wendi.

Dengan demikian, alam dalam perspektif ini dipelajari tidak lain untuk menangkap pesan-pesan Tuhan. “Itu tidak berarti bahwa sains tidak dikembangkan untuk keperluan praktis guna membantu kehidupan manusia. Akan tetapi sains dalam pandangan Islam tidak hanya dikembangkan untuk keperluan praktis saja, melainkan juga sebagai sarana manusia mengenal Tuhannya sehingga dia menjadi seorang hamba yang baik,” ungkapnya lagi.

Hal ini sangat berkebalikan dengan sains modern yang sekuler. “Sains ala Barat malah menempatkan Tuhan sebagai obyek yang diragukan keberadaan-Nya. Sebaliknya, wujud diri manusia sendirilah yang pertama kali diakui, sebagaimana ungkapan terkenal Descartes, ‘Cogito Ergo Sum, Aku berpikir maka aku ada’,” pungkas doktor Pendidikan Islam lulusan Univ. Ibn Khaldun, Bogor, ini. (Bagja-SPI/islamedia/js)