Quo Vadis Pemimpin Dunia Islam


Islamedia.co - Jika Erdogan pragmatis dan narrow-minded, dia akan tutup perbatasan dan stop banjir pengungsi. 

Namun pintu perbatasan itu tetap terbuka. Terdapat hampir dua juta pengungsi Suriah, minoritas Kurdi dan penganut Zayidi, Irak dengan menyediakan tidak kurang 5,5 Milyar dollar setiap tahunnya. 

Bandingkan sharing dunia yang hanya 300 juta dollar. Di Timur Tengah, Barat dan AS lebih peduli pada ancaman kepentingan ketimbang bencana kemanusiaan.

Kebijakan ini setara dengan sikap politik seorang Khalifah pada era keemasan Islam yang didesak untuk menghentikan konversi besar-besaran pemeluk agama lain ke Islam karena alasan merosotnya penghasilan Jizyah (pajak keamanan). Maka jawab sang Khalifah dengan tegas, Islam tidak diturunkan untuk menjadi pemungut pajak.

Erdogan paham dan dapat membedakan kapan dirinya harus menjadi seorang kapitalis, dengan hitung-hitungan bisnis yang rumit namun efisien, serta kapan harus berhenti menjadi kapitalis karena keji, tidak bermoral dan bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. 

Erdogan telah menepati janjinya jika politik luar negeri dan kepentingan nasional Turki berdiri diatas prinsip moral. 

Erdogan telah membuka pintu perbatasan bagi warga Suriah dan Irak yang menyelamatkan diri dari kebrutalan Assad dan ISIS, membela Ikhwanul Muslimin yang dizalimi, menolong Somalia yang kesepian dan mengulurkan tangan kepada Muslim Rohingya yang tiada peduli. 

Dunia Islam menghajatkan pemimpin seperti Erdogan.

[Ahmad-Dzakirin/islamedia/YL]


close
Banner iklan disini