Akmal: Mahasiswa SPI Harus Berani ikut Berperang


Islamedia.co - Sekolah Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL mengadakan perkuliahan pertama untuk peserta SPI angkatan kedua di Aula INSISTSJl. Kalibata Utara II, Jakarta Selatan. Perkuliahan ini dihadiri puluhanorang dakwah baik di tingkat sekolah, kampus, maupun kelompok masyarakat lainnya yang telah lulus dalam penyeleksian calon peserta SPI. Kuliah yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB ini mengambil tema Ghazwul Fikri” dan dinarasumberi oleh Akmal, M.Pd.I. 

Akmal, sebagai salah seorang pengajar di SPI ini, mengajakpara mahasiswanya ikut berperang melawan kejahatan kaumSEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme, dan Liberalisme). “Selain dengan perkuliahan yang disampaikan di kelaspeserta SPIjuga diberi tugas agar ilmu yang telah didapatkannya semakin berkembang. Setiap pekannya mahasiswa mendapat tugas menulis, agar bertambah ilmunya dan bisa menyampaikan aspirasinya atas segala permasalahan yang terjadi di tengah-tengah umat,” ujarnya.

“Saya memang hobi menulis. Selama ini saya menulis dengan tema bebas, tidak terkhususkan. Tapi kali ini saya merasa tertantang mendapat tugas wajib menulis seputar materi perkuliahan di sekolah pemikiran islam ini. Hobi saya mulai terarahkan, bukan sembarang menulis, melainkan menulis untuk memperbaiki pemikiran umat yang selalu berusaha dirusak oleh musuh-musuh Islam,” ujar Afifah Nusaibah, salah satu peserta SPI Jakarta angkatan kedua.

Perang yang dihadapi oleh para peserta SPI ini memang tidak berupa peperangan fisik, melainkan perang yang memerlukanbekal ilmu sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk menghadapi kaum-kaum SEPILIS. Jihad bukan hanya perang dengan senjata di medan pertempuran, tapi juga bisa dengan pena, dan pemikiran yang diberi amunisinya dengan ilmu. (Arianna/islamedia/js)


close
Banner iklan disini