Soal 'Charlie Hebdo', Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi Kirim Surat ke Presiden Hollande


Islamedia.co -  Ketua persatuan ulama Muslim sedunia (IUMS), Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, mengirimkan surat kepada presiden Prancis, Francois Hollande, terkait kasus penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo (CH). Seperti diberitan fanspage resmi IUMS, Jumat (30/1/2015) lalu, surat tersebut dilayangkan melalui kantor kedutaan besar Prancis di Doha.

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi mengawali suratnya dengan menyatakan belasungkawa atas jatuhnya beberapa korban meninggal dalam serangan di kantor majalah Charlie Hebdo. Beliau, mewakili IUMS dan dewan riset dan fatwa Eropa. mengecam tindakan para pelaku serangan tersebut secara penuh, siapa pun pelakunya, apa pun motifnya, dan apa pun akidahnya. Karena aksi teror bukanlah sarana untuk mengekspresikan pendapat. Islam juga tidak menjadikannya sarana untuk menyatakan ketidaksetujuan terhadap keyakinan yang berbeda.

Tak lupa, Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi mengapresiasi pidato Francois Hollande yang mengajak rakyat Prancis untuk tidak mencampuradukkan antara terorisme dan Islam, baik di Prancis maupun di dunia internasional. Karena teroris tidak mempunyai agama, tanah air, dan kewarganegaraan. Terorisme adalah ancaman bagi seluruh umat manusia.

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi mengingatkan bahwa komunitas Muslim di Prancis mempunyai prilaku yang positif. Hal itu mencerminkan keimanan mereka kepada agama Islam yang penuh toleransi baik kepada dunia internasional maupun kepada nilai-nilai kemanusiaan. Komunitas yang minoritas tersebut kuat dalam memegang keyakinannya, tapi juga di waktu yang sama, terbuka kepada pihak lain. Walaupun seringkali menjadi korban provokasi, komunitas ini tetap mempunyai peran positif kepada negara.

Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi mempunyai keyakinan besar bahwa Prancis akan melindungi seluruh warganya, dan tidak membeda-bedakan pemeluk agama dalam hal ini. Aksi-aksi demonstrasi yang sering terjadi di Prancis adalah untuk menekankan penting persatuan dan kesatuan seluruh rakyat, membela hak asasi, dan melawan segala bentuk ekstremisme.

Selain itu, Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi tak lupa menyampaikan kritikan kepada
Charlie Hebdo yang masih tetap mempublikasikan karikatur-karikatur yang menghina Nabi Muhammad dan Al-Quran. Beliau mengajak seluruh umat Islam untuk menentang hal tersebt dengan cara yang konstitusional. “Aneh jika prinsip-prinsip kebebasan berpendapat dijadikan alasan untuk melecehkan simbol-simbol agama. Dewan legislatif Prancis yang bisa mengundang-undangkan kriminalisasi antisemit, kenapa tidak bisa mengeluarkan undang-undang yang melarang pelecehan agama dan para nabi?” demikian dinyatakan beliau. [dakwatuna/iums/islamedia/YL]