Setelah Brigade Al Qassam, Rezim Kudeta Mesir Bidik Hamas Masuk Daftar Teroris


Islamedia.co -  Tiga hari setelah salah satu pengadilan rezim kudeta Mesir memutuskan Brigade al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, masuk dalam organisasi teroris, kini pengadilan Mesir lain sedang meninjau kembali untuk memasukkan gerakan Palestina dengan segala bentuknya ke dalam daftar kelompok-kelompok teroris.
 
Pengadilan Mesir di Alexandria telah menetapkan sidang pada 17 Februari mendatang untuk meninjau dakwaan yang menuntut diumumkannya gerakan Hamas sebagai “kelompok teroris”. Dakwaan ini menilai Hamas merupakan sayap militer kelompok Ikhwanul Muslimin yang telah diumumkan oleh pemerintah Mesir sebagai “organisasi teroris” pada akhir tahun 2013 lalu.

Situs “Akhbar Mishr” mengutip dari pemohon, pengacara Thariq Mahmud, sekjen “Koalisi Dukungan Kas Hidup Mesir”, dia mengatakan, “Setelah pelanggaran terang-terangan terhadap keamanan nasional Mesir, sudah seharusnya gerakan ini (Hamas) dimasukkan dalam daftar organisasi teroris dan orang yang berafiliasi kepadnya diperlakukan sebagai anggota teroris.”

Pemohon mengklaim bahwa Hamas telah melakukan sejumlah kejahatan terorisme sejak peristiwa revolusi Mesir pada 25 Januari 2011 lalu, mulai dari penyerbuan penjara dan pembebasan tahanan yang berasal dari anggota dan petinggi jamaah Ikhwanul Muslimin, ditambah dengan keterlibatannya dalam pembunuhan para demonstran.”

Dia menambahkan, “Gerakan (Hamas) terlibat dan penyandang dana utama dengan logistik dan personel untuk serangan-serangan terorisme yang terjadi baru-baru ini di utara Sinai.” Dia mengklaim, “Dinas keamanan Mesir telah meneropong komunikasi yang terjadi baru-baru ini antara anggota kelompok Anshar Baitul Maqdis” yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan di Sinai, dengan pimpinan Hamas di Gaza.” [PIP/Islamedia/YL]