Ratusan Seniman Dunia Boikot Pemerintah Israel


Islamedia.co - Lebih dari 100 seniman seluruh dunia menulis surat pernyataan resmi untuk tidak lagi berhubungan dengan Pemerintah Israel.

The Guardian melaporkan Jumat (13/2/2015) surat yang memuat para seniman itu menyatakan berperang melawan Israel. "Bersama 600 para seniman lainnya, hari ini kami umumkan akan menghentikan kegiatan seni dan budaya dengan Israel," bunyi surat itu. "Kami juga tidak akan mendanai, atau menghadiri undangan dari Israel," tulis mereka.

Sejak penyerangan di Gaza, tulis mereka, warga Palestina mengalami serangan di tanah airnya, dan tidak dapat menikmati eksistensi politiknya. "2014 merupakan tahun paling kejam dan mematikan dalam sejarah pendudukan Israel," tulis BTselem, organisasi hak asasi manusia Israel.

Israel juga melancarkan peperangan terhadap kebudayaan dan seni juga. Serdadu Israel menjadikan institusi kebudayaan Palestina sebagai sasaran dan menghalangi kebebasan para seniman Palestina.

Sejumlah teater milik Israel hanya menggelar pertunjukan yang dianggap mewakili kebudayaan Israel. Mereka bermain di kawasan pendudukan Tepi Barat dan sejumlah tur dunia untuk tujuan memperkenalkan Merk Israel.

Di saat pemerintahan Apartheid berkuasa di Afrika Selatan, para musisi dunia mengumumkan mereka tidak akan bersedia pentas di Sun City, sebuah kawasan peristirahatan di Pantai Afrika Selatan. Kini kami menyatakan diri untuk tidak sudi pentas di kota-kota seperti Tel Aviv, Netanya, Ashkelon atau Ariel, tulis surat tersebut.

Kami tidak akan main musik, menerima penghargaan, menghadiri pameran, festival atau konferensi dan kegiatan lainnya, sampai Israel menghormati hukum internasional. Dan mengakhiri aksi penekanan kolonial terhadap rakyat Palestina, bunyi surat itu. Mereka mengajak para seniman dan pendukung lainnya berpartisipasi lewat situs www.artistsforpalestine.org.uk 
[inilah/islamedia]