Pangeran Saudi Serukan Adili Anggota Kerajaan yang Mendukung Kudeta Mesir


Islamedia.co -  Pangeran Saud bin Saif Nashar meminta agar para petinggi Saudi yang sudah mendanai rezim yang sedang berkuasa di Mesir saat ini segera didali,  dan dedengkot utamanya adalah Khalid Tuwaijiry, kepala kantor kerajaan yang sudah dimakzulkan.

Serangkaian kicauan Pangeran Saud bin Nashar cucu kandung raja Saud Bin Abdul Aziz di Twitter  mengatakan bahwa dana bantuan yang diperkirakan lebih dari 20 miliar dolar habis ludes dikorupsi dan tidak sampai kepada rakyat Mesir, terbukti kondisi Mesir tidak berubah membaik sedikitpun dan krisis kehidupan semakin parah. seperti dilansir klmty.net, Jumat (6/2).

Sang pangeran menuduh bahwa Khalid Tuwaijiry dan kelompotannya sebagai “terdakwa” menilap dan membagi-bagi uang miliaran itu dengan pihak-pihak di Mesir.

“Mengapa tidak diusut orang-orang yang sudah menghambur-hamburkan uang rakyat Saudi dan dibagikan kepada para jenderal kudeta di Mesir?” kicaunya di Twitter.

Pangeran menambahkan, “Berhubung tidak ada yang mengetahui persis dasar bantuan 20 milyar yang diberikan terdakwa dan komplotannya itu, apakah pinjaman, pemberian cuma-cuma atau hadiah; sehingga ini berarti terdakwa dan komplotannya telah merampok ludes uang rakyat.”

Menurutnya, “Miliaran uang rakyat Saudi, sepertinya mereka membagi-bagi uang 20 miliaran itu bersama para jenderal di Mesir, buktinya tidak satu krisispun ada dapat mereka diselesaikan di Mesir.”

Pangeran menjelaskan, “Meski terdakwa sudah menghujani para jenderal itu dengan miliaran uang, namun rakyat Mesir masih saja menderita krisis listrik, gas, dan bahkan krisis makanan. Ini adalah bukti konkrit bahwa terdakwah dan kelompotannya dan para jenderal  militer Mesir itu memakan dana miliaran dolar dari uang rakyat Saudi, lalu mereka membuat berbagai sandiwara untuk mengibuli rakyat Saudi dan Rakyat Mesir.”

Menurut Pangeran Saud bin Nashar, bahwa, “Proyek pembangunan terusan Suez tidaklah berdasarkan studi, apa yang mereka lakukan tidak lebih dari sekedar menghambur-hamburkan dana yang diamanahkan, bahkan pengkhianatan kepada negara dan rakyat serta pengkhianatan kepada kaum muslimin, sehingga mereka harus diusut -khususnya si terdakwa Tuwaijiry dan komplotannya- dan membawanya ke pengadilan untuk diberi ganjalan yang setimpal dalam rangka mewujudkan keadilan dan mengobati luka dalam yang diderita rakyat Saudi dan Mesir.”

Setelah Raja Salman berkuasa maka tuntutan untuk menghentikan bantuan dana Ke Mesir meningkat naik, dan belum diketahui persis sikap apa yang akan diambil oleh pemerintahan baru ini terkait tuntutan rakyat tersebut, terlebih-lebih lagi Almarhum raja Abdullah konon adalah supporter utama pemimpin kudeta dan juga penyandang dana utama bagi kegiatan konferensi ekonomi yang akan dilaksanakan pada Maret mendatang dalam rangka mendukung perekonomian Mesir yang lagi terpuruk.[fimadani.com/im]