Liga Arab : Hamas Bukan Teroris, Hamas adalah Pejuang Kemerdekaan Palestina


Islamedia.co -  Sekjen Liga Arab, Nabiel El-Araby dalam wawancara nya dengan koran El-Hayat, Sabtu, (21/2/2015), kembali menegaskan sikapnya untuk menolak memasukkan Brigade Al Qassam, sayap militer Hamas sebagai kelompok teroris. 

Penegasan ini berbeda dengan keputusan pengadilan Mesir yang memasukkan Hamas sebagai gerakan teroris, menurut Nabiel El-Araby, Hamas adalah gerakan legal seratus persen gerakan perlawanan melawan penjajahan.

“Saya tidak bermaksud berkomentar atas putusan Pengadilan Mesir yang memasukkan Hamas sebagai organisasi teroris namun menurut pandangan saya Brigade Al-Qassam dan kelompok-kelompok perjuangan Palestina lainnya yang tengah berjuang melawan pendudukan Israel tidak bisa dikategorikan sebagai organisasi teroris. Perlawanan seperti ini menurut saya adalah suatu hal yang legal seratus persen, dan tidak benar jika perjuangan perlawanan penjajahan dicampuradukkan dengan isu terorisme," tegas Nabiel.

Sebagaimana diketahui bahwa pengadilan Kairo telah memutuskan bahwa Hamas masuk dalam kategori organisasi teroris. Keputusan ini dinilai sebagai hasil dari penggiringan opini publik oleh media Mesir yang menyatakan bahwa Hamas terlibat dalam aksi-aksi  terorisme di Mesir, walaupun dalam waktu yang sama kelompok lain bukan Hamas telah menyatakan bertanggung jawab terhadap aksi-aksi tersebut.

Samy Abu Zuhry, salah seorang juru bicara Hamas sangat menghargai pernyataan Sekjen Liga Arab, Nabiel El Araby tersebut dan menimpali: “Hamas menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang sangat mendalam atas pernyataan tegas yang telah dikeluarkan oleh Sekjen Liga Arab, Nabiel El Araby yang menyatakan bahwa Hamas bukanlah organisasi teroris. 
 
Disamping itu, Sekjen Liga Arab tersebut juga dengan tegas menolak menolak campur aduk isu perjuangan Palestina dengan aksi terorisme. Samy Abu Zuhry juga berharap setelah pernyataan Sekjen Liga Arab tersebut, Hamas berharap hal tersebut turut meredam provokasi media Mesir terhadap perjuangan Palestina dan sekaligus dapat menggiring Pemerintah Mesir sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap persoalan Gaza-Palestina dengan membuka pintu perbatasan Rafah sebagai perwujudan peran serta Mesir atas penyelesaian terkait konflik Palestina”.  [Egypws/islamicgeo/Islamedia/YL]


close
Banner iklan disini