Kisah Taubat Malik bin Dinar


Ilustrasi - (foto;gettyimages)
Islamedia.co -  Di sebuah hari Malik Bin dinar bermimpi  semua manusia berkumpul di padang mahsyar , tidak terkecuali dirinnya.lalu Dia mendengar seorang memanggil dengan lantang manusia satu persatu untuk perhitungan amal perbuatan di dunia. Giliranya pun tiba untuk di panggil.

Kemudian hilanglah semua manusia dari pandangan Malik bin dinar. kemudian muncul seekor ular besar yang ganas dan kuat merayap mengejarnya. dia berlari sangat kencang karena ketakutan yang luar biasa. lalu terlihat di hadapanya seorang lelaki yang sudah tua renta dan sangat lemah, Lalu Malik bin dinar berkata kepada lelaki tua tersebut “ hai orang tua , selamatkanlah aku dari ular besar ini!”

Orang tua tersebut menjawab  : “wahai anakku, diriku ini lemah, aku tak mampu melindungimu dari ular yang mengejarmu, cobalah lari ke arah ini”

Malik berlari kearah yang di tunjukkan orang tua, sementara ular tersebut berada di belakangnya. Tiba – tiba dia mendapati api yang besar menyala – nyala di hadapanya lalu  dia kembali meminta pertolongan orang tua tadi, 

“larilah kearah gunung tersebut nak , semoga engkau selamat ! “

Di atas gunung itu dia diselamatkanlah oleh anaknya yang sudah meninggal, Fatimah. Selesai menolongnya, sang anak berkata, “ Ular itu adalah amal keburukanmu, dan orang tua yang kamu temui adalah amal kebaikanmu.” 

Seketika itu malik bangun dari perjalanan mimpinya, dia langsung bertaubat memohon ampunan Allah Atas dosa – dosanya.

Malik bin Dinar adalah seorang Tabi'in dan Ahli sufi yang terkenal karena selalu menangis sepanjang malam sambil Berdoa 

"Ya Alloh Ya Robbku hanya Engkaulah yang maha mengetahui siapa penghuni syurga dan siapa penghuni Neraka, Lalu hamba termasuk penghuni yang mana ? Ya Alloh, Jadikanlah hambamu ini penghuni syurgamu, dan jangan engkau jadikan hamba penghuni Nerakamu "  [sabili/Islamedia/eko]