Dunia Yang Serba Tak Terasa


Islamedia.co -  Mungkin kita hanya hidup 60 tahun di dunia ini, sukacitanya hanya di 60 tahun itu, pedih deritanya pun hanya di 60 tahun itu.

Setelah itu, semuanya tiada kita meninggalkan dunia untuk pindah ke fase kehidupan yang asing bernama: AKHIRAT.

Berhentilah kita sesaat waktu di gerbang akhirat bernama: Alam Kubur.
Berapa lama engkau akan melewati hidupmu di sana? Entahlah. Hanya Allah yang tahu.

Tapi yang pasti, akan lebih lama dari usia duniamu, di sana engkau menanti Hari Kebangkitan.

Penantian itu akan kau lewati dalam sekeping taman surgamu Atau dalam himpitan siksa nerakamu!

“Alam kubur adalah terminal awal kehidupan akhirat.

Siapa yang dimudahkan di sana, maka untuk selanjutnya akan jauh lebih mudah.

Siapa yang dipersulit di sana, maka untuk selanjutnya akan jauh lebih berat.”
Begitu pesan Sang Nabi suatu ketika.

Dan perjalananmu selanjutnya masih terlalu jauh. Engkau akan lewati kehidupan yang 1 harinya setara dengan 50.000 tahun dunia.

Hingga engkau berakhir di Surga, atau di neraka. Duhai, apa artinya 60 tahun dengan 50.000 tahun itu? Apa artinya 60 tahun dengan keabadian itu?

“Dunia itu: seperti ketika seorang dari kalian Mencelupkan ujung jarinya ke dalam lautan yang luas.

Lalu saat ia menariknya, ia saksikan setetes air jatuh di ujung jarinya. Setetes air itulah dunia, dan laut yang luas itulah akhirat.” Demikian ingat Sang Nabi pada suatu waktu.

Maka tersadarlah jiwa yang papa ini: Betapa dunia ini tak ada rasa samasekali
Bagi mereka para perindu akhirat.

Kesenangannya tak terasa. Keperihannya pun tak terasa. Tapi begitulah dunia.
Engkau harus melewatinya untuk menuju akhirat.

Kebahagiaan abadimu ditentukan oleh Bagaimana engkau melewati 60 tahunmu di dunia.

“Allahumma sallim, sallim…”

Muhibbukum fiLlah,

Muhammad Ihsan Zainuddin