Saat Kesulitan Datang Bertubi Tubi


Islamedia.co - Sesak dadaku, saat tadi pagi ayahku nelpon minta bantuan dana sebesar 40 juta untuk keperluan bisnis nya. Di saat yang bersamaan, tetanggaku sekaligus khodimat di rumah ku, minta pinjaman uang 300.000 untuk membetulkan pompa air yang rusak parah. Di saat yang bersamaan pula tagihan listrik bisnisku 1,5juta menunggu untuk dibayar. Di saat bersamaan pun, aku harus melunasi kontrakan tempat usaha yang kujalankan sebesar 1.7 juta. Belum lagi listrik rumah, uang belanja istri, telpon, makanan untuk anak ku. Juga proyek bisnisku yang sebentar lagi selesai masih kurang 10 juta lagi pembayarannya. Kakak ku yang juga ingin menarik segera dana investasinya sebesar Rp. 5juta, karena ada keperluan mendesak. Subhanallah…Ya Allah andai ada kelebihan rizki…itu keluh ku..karena tabungan ku hanya tinggal 3 juta rupiah. Aku bingung harus bagaimana. Perlahan air mataku jatuh..namun dengan tegar aku pun berbisik “ya Allah, aku tahu ENGKAU mengetahui keadaan ku, aku pasrahkan seluruhnya pada-Mu”.

Masalah memang akan selalu hadir pada diri manusia. Dari ringan yang disepelekan, sampai yang berat hingga membuat stress. Namun mari sama sama kita renungkan satu kalimat ini;

“jika ingin menemui fajar, maka bersiaplah menghadapi malam”

Kita pasti faham apa makna kalimat di atas. Jika masalah diibaratkan malam, maka fajar adalah kabar gembira yang akan segera datang. hadapilah masalah yang membebani kita dengan tenang dan sabar, sebagaimana tenangnya kita saat tidur terlelap di malam hari. Sungguh pada malam yang pekat, jika kita mau berfikir terdapat pelajaran yang amat berharga; yaitu, kita belajar tenang dan sabar menghadapi masalah juga kita belajar untuk yakin se yakinnya, bahwa fajar kemenangan pasti akan datang tepat pada waktunya.

“maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”. (Al-Insyiroh : 5-6)

Setelah lapar ada kenyang, setelah sakit ada kesembuhan, setelah begadang ada tidur pulas, dalam kesulitan ada kemudahan, dalam kesesatan akan selalu ada petunjuk, dan di setiap kegelapan akan ada terang benderang. Katakan pada mereka tidak ada seutas tali yang meregang kencang kecuali tali itu akan putus segera. Sampaikan pula kabar gembira kepada malam hari bahwa sang fajar pasti datang mengusirnya. Kabarkan juga pada orang-orang yang dilanda kesusahan dan kesulitan, bahwa pertolongan Allah teramat dekat dan akan segera datang secepat kedipan mata.

Bagaimana Musa a.s menyelesaikan masalahnya ketika harus lari dalam kejaran pasukan Fir’aun dan harus terbentur dengan lautan luas?? Kecuali Allah menyertainya dan membantu masalahnya. Juga Ibrahim bagaimana mungkin tidak terbakar saat di panggang oleh raja Namrud?? Kecuali Allah menyertainy, dan menjadikan api itu menjadi dingin. Juga sang kekasih Muhammad Saw beserta sahabatnya Abu Bakar As-Sidik yang bersembunyi di dalam gua dari kejaran kaum kafir, bagaimana bisa selamat?? Kecuali Allah pun menyertainya, dan Allah perintahkan laba-laba untuk membuat sangkarnya yang telah rusak, dan burung-burung untuk tetap tenang dalam sangkarnya. Sehingga kaum kafir yang mengejar ke gua tersebut berfikir, tak mungkin Muhammad ke dalam gua ini, sedangkan kita lihat sarang laba-laba ini tidak rusak sama sekali.

“tenang sahabatku Abu Bakar, sesungguhnya Allah bersama kita; innallaha ma’ana”

Allah melihat, mendengar. Akan selalu berperan menolong hamba-Nya yang kesusahan. Sifat tawakkal padanya harus disuburkan. Keyakinan akan pertolongannya harus selalu dipupuk. Jika musyrik saja masih ditolong, bagaimana yang bertauhid??

Maka dari itu, jangan pernah bergesar setapak pun dari jalan-Nya yang lurus. Jangan pernah merasa terhimpit sejengkal pun, karena keadaan pasti berubah. Tetap tenang dan sabar serta perbanyak istighfar adalah cara bijak menghadapi semua masalah.

“Dan hendaklah kalian meminta ampun (beristighfar) kepada Tuhan mu dan bertaubat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberikan kenikmatan yang baik kepada kalian sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan keutamaan kepada tiap tipa orang yang mempunyai keutamaan…”(Huud : 11).

Wallhu’alam bisshowab
Abu Rafah