PBB Meminta Mesir Buka Perlintasan Rafah


Islamedia.co -  Frandzen Anders, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Politik menyerukan pemerintah Mesir untuk membuka perbatasan Rafah dan mengizinkan lalu lintas massa dari dan ke Gaza. 

Dalam sidang Dewan Keamanan, Kamis (15/1) membahas situasi Timteng Anders mengatakan, dirinya mendorong pemerintah Mesir untuk kembali membuka perlintasan Rafah dengan tetap mempelajari situasi keamanan di Mesir.
Pejabat PBB ini mengungkapkan penyesalannya, kenapa Palestina dan Israel tidak melakukan langkah-langkah yang diperlukan dan berani untuk mengekang meluasnya permusuhan diantara keduanya. 

Anders menambahkan, Sekjen PBB, Ban Ki Moon sangat memahami penolakan DK PBB terhadap draft resolusi yang diajukan Palestina mengenai diakhirinya penjajahan Israel hingga 2017 nanti. Namun ia yakin kondisi saat ini belum stabil menerima usulan ini.  

Terkait dengan kondisi saat ini di Gaza, deputi urusan keamanan ini mengatakan, sejumlah sinyal berbahaya sudah muncul di Gaza akibat kondisi yang terus terpuruk. Sejak berlangsungnya kesepakatan gencatan senjata dengan Israel, Gaza masih mengkhawatirkan. Belum ada sinyal akan adanya pembicaraan mengenai kondisi di lapangan, dengan kawalan pihak Mesir. Sejumlah negara donor belum melakukan janjinya, membayar apa yang diumumkannya pada kesepakatan Kairo. 

Pemerintah Mesir menutup perlintasan Rafah, pasca serangan brutal yang menewaskan 31 orang dan melukai 30 lainya pada 24 Oktober tahun lalu yang disinyalir dilakukan kelompok bersenjata di Sinai. Mesir menuding Hamas berada dibalik aksi serangan tersebut yang tentunya dibantah mentah-mentah tudingan keji ini yang jelas tidak ada hubunganya dengan gerakan tersebut. [Infopalestina/islamedia/YL]


close
Banner iklan disini