Negara-negara Islam Bersatu Kelola Keamanan Pangan


Menlu Negara anggota OKI
 
Islamedia.co -  Setjen OKI (Organisasi Kerjasama Islam) mengadakan acara pertemuan konsultatif di markas besarnya di Jeddah pada Selasa (13/1/2015) lalu, membahas isu-isu terkait pembentukan Organisasi Islam OKI untuk Keamanan Pangan (IOFS).

Pertemuan tersebut diisi penyampaian presentasi oleh pihak IOFS yang bermarkas di Astana, ibukota Kazakhstan. Presentasi itu menyoroti perkembangan terakhir menuju pembentukan organisasi baru spesifik pangan ini. Lebih dari itu, IOFS-OKI juga mengumumkan bahwa sidang umum pertamanya akan diselenggarakan dalam kuartal pertama tahun ini.

Para hadirin peserta saling bertukar pikiran tentang proposal rencana aksi IOFS untuk tiga tahun pertama, setelah proses inkorporasi dan perintisannya tuntas.

Sebelumnya, Dewan Menteri-menteri Luar Negeri (CFM), pada sesi ke-40 nya di Conakry, Guinea (9-11 Desember 2013), bersama-sama mengadopsi statuta IOFS.

"Jauh berbeda dengan praktik yang terbangun lama dalam hal harmonisasi internasional untuk suatu dokumen statuta, para menteri luar negeri negara anggota OKI dalam pertemuan itu menyatakan dukungan mereka secara mufakat aklamasi bagi inisiatif pembentukan IOFS, dan semuanya langsung menandatangani piagam organisasi baru itu saat sesi berlangsung," demikian dipaparkan Yerlik Ali selaku Direktur Kerjasama Asia, Kementerian Luar Negeri Kazahkstan, pada Kamis (15/1) pekan lalu.

Institusi IOFS sendiri, pertama kali diajukan oleh Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev pada tahun 2011 dalam Sesi ke-38 pertemuan Menteri-menteri Luar Negeri OKI yang diselenggarakan di Astana.


Tujuan didirikannya IOFS ialah untuk menyediakan keahlian dan pengetahuan teknis seputar berbagai aspek yang berkaitan dengan pertanian berkelanjutan, pembangunan perdesaan, dan juga keamaan pangan.

IOFS juga bermaksud untuk memobilisasi sumber daya finansial untuk pengembangan pertanian dan mempromosikan keamanan pangan di negara-negara anggota OKI.

"IOFS tidak akan hanya mengidentifikasi dan memonitor keamanan pangan di negara-negara anggotanya, tetapi juga akan menerapkan kebijakan-kebijakan praktis untuk mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran sebagaimana tercantum dalam piagamnya," urai Ali. (oic-oci/astanatimes)