Lemparan Telur untuk Menlu Kanada yang Pro Zionis Israel


Warga Palestina memprotes menlu kanada yang pro zionis israel (reuters)
Islamedia.co -  Kedatangan Menteri Luar  Negeri Kanada ke Tepi Barat disambut dengan lemparan terlur warga Palestina kepada Jhon Baird sebagai protes atas sikap dukungan  Kanada ke Israel.

“Anda tidak diterima di sini,” teriak para pengunjuk rasa.

John Baird tidak terkena telur yang dilempar tersebut tetapi salah satunya mendarat di atas mobilnya yang melaju setelah bertemu dengan mitranya dari Palestina di Ramallah.

Puluhan tentara pasukan khusus Palestina yang berjaga dengan senjata otomatis dan pakaian anti-huru-hara tidak mengambil tindakan terhadap pelempar telur yang berada di antara 100 orang pengunjuk rasa itu.

Kanada adalah salah satu negara yang menentang upaya Palestina menjadi anggota bukan negara dari Majelis Umum PBB pada 2012.

Dan Bird menyebut langkah Palestina bergabung dengan Pengadilan Kejahatan Internasional “mengkhawatirkan dan berbahaya”.

Setelah gagal dalam serangkaian perundingan damai dengan Israel, Palestina memutuskan untuk melawan Israel di badan-badan internasional dan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper yang konservatif merupakan salah satu penentang paling lantang strategi ini.

Dalam satu pernyataan tertulis, juru runding kenamaan Palestina Saeb Erekat menuntut Baird meminta maaf karena mengunjungi para pejabat Israel di daerah pendudukan Yerusalem Timur tahun lalu.

Palestina berniat menjadikan Yerusalem Timur, yang bersama Tepi Barat dan Jalur Gaza dicaplok Israel dalam perang 1967, sebagai ibukota negara Palestina merdeka.

Israel menganggap Yerusalem sebagai ibukotanya meski tidak berhasil mendapat pengakuan dari dunia internasional.

“Kami menyesalkan keputusan pemerintah Kanada untuk memihak di kubu yang salah secara sejarah dengan mendukung pendudukan Israel dan kebijakan apartheidnya tanpa pandang bulu.

Sebagaian besar negara di dunia memandang pemukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur ilegal. Dan Israel telah menarik mundur tentara dan pemukim Yahudi dari Jalur Gaza pada 2005. [CNN/islamicgeo/islamedia/YL]