Kereta Peluru Hubungkan Mekkah-Madinah, Akan Diujicoba Tahun Ini


Islamedia.co -  Uji coba operasi Jalur Kereta Haramain sepanjang 480 km yang menghubungkan dua kota suci Makkah - Madinah akan dilakukan pada awal tahun 2015 ini, demikian disampaikan Menteri Transportasi Arab Saudi Jabara Al-Seraisry pada Desember (2014) lalu.

Ia mengatakan waktu itu, bahwa sebagian kereta pertama dari total 35 rangkaian kereta akan tiba di Arab Saudi dalam waktu dekat. Seperti dilaporkan ConstructionWeekOnline pada awal Januari ini, Talgo selaku perusahaan manufaktur dari Spanyol pembuat kereta cepat di proyek itu, telah mengapalkan unit keretanya menuju Jeddah, Arab Saudi.  Model kereta yang disuplai untuk proyek ini ialah  kereta-cepat TALGO 350, yang lazim dikenal di dunia industri kereta sebagai "El Pato" (The Duck), karena bentuk aerodinamik lokomotifnya.

"Kami membutuhkan waktu untuk memastikan bagian-bagian kereta, kemudian kami akan melakukan uji coba operasi," ujar Menteri Al-Seraisry.

"Kami sudah menyelesaikan 90 pekerjaan untuk stasiun-stasiun utama, dan kini kami sedang mempelajari prospek pembangunan stasiun baru di dekat Masjid Meeqat di Madinah untuk kepentingan para jamaah haji dan umrah," lanjutnya.

Sistem transportasi kereta dengan kecepatan 300 kilometer perjam tersebut akan melewati kota Mekkah, Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz, Kota Ekonomi King Abdullah di Rabigh, dan ujungnya di Madinah.

Al-Seraisry, yang sedang menginspeksi stasiun kereta di madinah, mendesak pihak kontraktor untuk membangun sistem drainase air hujan yang sesuai di setiap stasiun.

Ia juga menyampaikan bahwa pekerjaan pembangunan dua stasiun yakni di Mekkah dan Madinah turut dipengaruhi oleh adanya musim Haji dan Umrah.

"Para insinyur menginginkan untuk membangun stasiun 1.2 meter di atas tanah agar terlindungi dari bajir,"

Stasiun di kota Madinah berlokasi di Kota Ekonomi Pengetahuan yang mencakup area seluas 172.000 hektar. Di dalamnya terdapat peron penumpang, enam jalur kereta, aula pemberangkatan dan kedatangan, sebuah helipad, sebuah masjid, serta tempat parkir yang bisa dimuati 1000 unit kendaraan.

Mohammed bin Khaled Al-Suwaiket, presiden Saudi Railway Organization, mengatakan bahwa proyek tersebut dapat menghasilkan 90 persen dalam 12 tahun. Ia memperkirakan total biaya proyek itu senilai 3 milyar Riyal Saudi. Ia mengatakan jalur kereta itu akan mengoperasikan 7 kereta di jalur Jeddah-Mekkah, 2 kereta di jalur Mekkah-Madinah, dan 4 kereta di jalur Mekkah-Rabigh.

The Duck dan gerbong penumpangnya dibuat dari bahan alumunium ringan sehingga tak hanya menghemat kebutuhan listrik dan energi, tetapi juga memungkinkan kereta tersebut mencapai kecepatan 300 kilometer perjam.

Kereta yang akan mengangkut jamaah haji dan umrah itu memiliki terbagi ke dalam dua kelas, Bisnis dan Ekonomi. Kereta itu juga dilengkapi pelindung cuaca serta sudah didesain untuk berjalan dalam suhu sekitar 55 derajat Celcius.

Pihak Talgo juga menaikkan standar mutu pendingin udara di dalamnya, sehingga cocok dengan intensitas panas di Arab Saudi. Modifikasi lainnya meliputi pelindung resistensi abrasi untuk bagian jendela, penambahan eksterior permukaan dengan lapisan film adhesif, serta peningkatan komposisi pelapis dan cat.

"Setiap rangkaian kereta diperkirakan dapat mengangkut sekira 20.000 penumpang setiap jamnya," pungkas Menteri Al-Suwaiket.(iina/cwo)