Kelompok Islamophobia 'British First', Meneror Muslim Inggris


Kelompok anti Islam, British First melakukan patroli ke masjid-masjid di Inggris (ibtimes)
Islamedia.co -   Kelompok Islamophobia/anti-Islam, British First, melakukan teror dengan patroli ke masjid-masjid di kawasan Brick Lane, membagikan selebaran anti-hijab dan menyerukan penutupan masjid.

Mengendarai Land Rover lapis baja, anggota British First menyambangi satu dan lain masjid, dan menimbulkan kegaduhan kawasan komunitas Muslim di London.

Situs ibtimes.coluk melaporkan kelompok ini muncul tahun lalu, dan menjadi terkenal setelah memposting video di Facebook. Lewat video itu, British First berusaha memprovokasi mayoritas masyarakat Inggris untuk mendorong ke luar pemeluk Islam.

Brick Lane adalah sasaran patroli British First sejak kali pertama. Di masa lalu, Muslim Inggris pernah melakukan patroli syariah, yang kerap mengganggu pesta miras, gay, dan orang-orang berpakaian seronok.

Tiga mil dari Brick Lane, bendera ISIS pernah berkibar.

British First menyebut Brick Lane sebagai wilayah yang harus diduduki. Tanah Inggris, menurut British First, harus bebas dari Muslim

Tidak hanya di Brick Lane, British First juga berpatroli di Bradgord, Dewsbury, Blackburn, dan kota-kota dengan populasi Muslim terbesar.

British First sempat surut, tapi mendapat angin segar setelah serangan berdarah ke kantor Charlie Hebdo di Paris. Pemerintah Inggris seolah mengipasi sentimen Islamophobia, ketika PM David Cameron berkirim surat ke Dewan Muslim Inggris.

Di East End, Britain First mendapat perlawanan. Bow Rushanara Ali, anggota parlemen dari Partai Buruh untuk daerah pemilihan Bethnal Green, mengatakan kepada The Independent; "Retorika memecah belah tidak berlaku di East End. Ini adalah rumah komunitas paling dinamis."

Reverend Adrian Newman, uskup Stepney Rt, mengatakan; East End bangga dengan sikap murah hati terhadap keragaman. Di sini, setiap umat beragama saling menghormati dan toleran. Tidak ada tempat untuk patroli main hakim sendiri. Di sini, Kristen, Muslim, dan agama lain, bergandeng tangan dan berjalan beriringan."[inilah/ibtimes/Islamedia/YL]