Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Syaikh Jumah Amin Wakil Mursyid 'Am Ikhwan Wafat


Islamedia.co -  Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, berita duka dari tokoh dakwah, Syaikh Jumah Amin Abdul Aziz, wakil mursyid ‘am Ikhwanul Muslimin, meninggal dunia pada Sabtu (24/1/2015) pagi, di tempat tinggalnya di London, Inggris.

Syaikh Jumah Amin adalah salah satu pemikir jamaah Ikhwanul Muslimin, dan yang bertanggung jawab dalam penulisan sejarah Ikhwanul Muslimin.

Beliau menulis banyak sekali buku dalam bidang dakwah dan tarbiyah. Lewat buku-bukunya, banyak dijelaskan konsep pemikiran dan manhaj perjuangan jamaah Ikhwanul Muslimin.

Di antara karya beliau yang paling penting dan fenomenal adalah buku “Fi Zhilali Ushulil Isyrin”, “Ad-Da’wah Qawa’id wa Ushul”, dan buku “Manhajut Taghyir ‘indal Imam Al-Banna”.

Syaikh Jumah Amin, yang dikenal sebagai penulis sejarah jamaah Ikhwanul Muslimin, dilahirkan di provinsi Bani Suwaif pada tahun 1934. Beliau mendapat gelar sarjana dalam “Pelayanan Masyarakat” pada tahun 1961. Beliau meninggalkan 3 orang anak dan 7 orang cucu.

Beliau sudah mengenal Ikhwanul Muslimin sejak masih anak-anak. Saat ini aktivitas jamaah sudah memasuki masa aktivitas terbuka. Banyak orang berkunjung ke kantor-kantor Ikhwanul Muslimin di ibukota dan kota-kota lainnya.

Beliau hidup sezaman dengan Syaikh Hasan Al-Banna tapi tidak pernah hidup bersama. Beliau menjadi anggota Ikhwanul Muslimin, dan terlibat dalam berbagai aktivitasnya pada tahun 1951 setelah Syaikh Hasan Al-Banna wafat.

Pada tahun 1954, terjadi konspirasi menghancurkan Ikhwanul Muslimin yang dikenal dengan peristiwa Mansyiah. Jamaah hampir saja tercerai berai saat itu, namun Syaikh Jumah Amin termasuk salah satu anggota yang teguh dalam memegang tekad perjuangannya.

Sejak peristiwa tersebut, beliau dipenjara hingga tahun 1971. Beliau termasuk salah satu yang dibebaskan di awal pemerintahan Anwar Sadat menyusul kematian Gamal Abdel Naser.

Beliau kembali ditangkap pada tahun 1994. Lalu pada tahun 1995, beliau terpilih menjadi anggota kantor pusat Ikhwanul Muslimin hingga saat ini. Akhir hidup beliau dihabiskan untuk urusan dakwah, sembari menetap di kota London hingga wafat hari ini. [dakwatuna/almesryoon/islamedia/YL]