Inilah 4 Kerjasama Lintas Negara Muslim Sepekan Ini


 Islamedia.co - Selama sepekan lalu, sejumlah pejabat negara muslim saling bertemu, membicarakan berbagai kesepakatan dan kerjasama di berbagai bidang. Islamedia merangkumkan untuk Anda sidang pembaca.

1. Jordan - Arab Saudi

Menteri Tenaga Kerja, Pariwisata dan Warisan Leluhur Jordan, Nidal Qatamin, bersama dengan sejawatnya, Adel Faqih dari pemerintah Arab Saudi, pada Selasa (13/1/2015) pekan lalu, menandatangani memorandum kesepahaman antara kedua negara untuk perwujudan kerjasama dalam urusan ketenagakerjaan.

Melalui penandatanganan memo tersebut, kedua belah pihak berharap dapat membangun kerjasama dalam bidang penyatuan prosedur perekrutan dan pertukaran keahlian, serta program-program pelatihan dalam penyelesaian sengketa ketenagakerjaan.

Kesepakatan itu juga mencakup pertukaran informasi dan statistik pasar tenaga kerja, inspeksi tenaga kerja, serta kesehatan dan keselamatan kerja.

2. Yaman - Arab Saudi

Perdana Menteri Yaman, Khaled Bahah, pada Kamis (15/1/2015) pekan lalu bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Yaman, Mohamed al-Jaber untuk mendiskusikan kerjasama antara kedua negara, dalam bidang ekonomi, pembangunan, dan kemanusiaan.

Bahah dan al-Jaber juga menyinggung situasi terkini di Yaman dan tantangan-tantangan yang dihadapi warga Yaman, serta upaya-upaya pemerintah Yaman dalam menjalin kolaborasi dengan semua komponen politik lain untuk memulihkan keamanan dan stabilitas di Yaman.

Mereka juga membahas tentang perlunya mendorong laju roda perekonomian kian ke depan, seraya mengafirmasi arti penting penuntasan segala hal pada fase transisi.

Perdana menteri menyambut baik dukungan yang diberikan pihak kerajaan Arab Saudi untuk Yaman, seraya merujuk minat besar kedua belah pihak untuk memperkuat hubungan ini demi melayani kepentingan bersama kedua negara.

Duta besar Arab Saudi kembali menyampaikan dukungan negaranya bagi keamanan Yaman. Dubes juga mengajukan upaya untuk membantu Yaman keluar dari krisis, seraya mengungkapkan harapan, agar pemerintahan teknokratik yang ada di Yaman kini, dapat menyelesaikan kerja-kerja yang ada selama masa transisi.

3. Iran - Turki

Menteri Komunikasi Iran dan Menteri Pembangunan Turki mengkaji jalan untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Teheran dan Ankara.

Mahmoud Vaezi, yang melakukan kunjungan 2 hari di ibukota Turki, mengepalai rombongan delegasi Iran, bertemu dengan Cevdet Yilmaz pada Selasa (13/1/2015) lalu, untuk mendiskusikan kondisi terkini jalinan kerjasama ekonomi antara kedua negara bertetangga itu.

Pejabat Iran dan Turki menekankan perlunya tindak lanjut implementasi, dari kesepakatan yang ditandatangani dalam pertemuan pertama Badan Kerjasama Strategis Turki sebelumnya.

Kedua belah pihak juga membicarakan isu-isu kawasan, serta peran yang dimainkan Teheran dan Ankara, dalam pemulihan perdamaian di kawasan.

Vaezi, yang juga perwakilan khusus presiden Iran untuk urusan Turki, sebelumnya memberi keterangan seputar kerjasama Teheran-Ankara dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Menteri Iran yang datang atas undangan Menteri Yilmaz tersebut, dijadwalkan juga akan bertemu dengan Menteri Komunikasi Turki Lutfi Elvan, Menteri Ekonomi Turki Nihat Zeybekci, dan Menteri Sains Turki Fikri Isik. Kunjungan tersebut berlangsung setelah bulan lalu Cavusoglu mengunjungi Iran, lalu disusul dua pekan kemudian dengan kunjungan Menteri Ekonomi Turki Nihat Zeybekci.

Akhir bulan Januari ini, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan diagendakan bakal mengadakan kunjungan pertamanya ke Turki dalam kapasitas sebagai kepala negara Turki.

Kedua negara bertetangga tersebut sebelumnya telah menyepakati bahwa nilai perdagangan tahunan mereka haruslah mencapai angka 30 milyar dollar.

4. Azerbaijan - Turki

Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, dalam kunjungannya ke Ankara Kamis (15/1/2015) lalu, mengadakan pertemuan langsung dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.


Beberapa hal yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Termasuk perkembangan dan kesuksesan jalinan bilateral dan hubungan persaudaraan antara Azerbaijan dan Turki di bidang politik, ekonomi, energi, dan bidang lainnya. Tak hanya itu, turut dibicarakan pula arti penting proyek global bersama, untuk diimplementasikan kedua negara dalam bidang energi dan transportasi, Signifikansi Turki selaku tuan rumah pertemuan G-20 mendatang juga menjadi topik bahasan.

Presiden Ilham Aliyev menyampaikan terima kasihnya kepada Recep Tayyip Erdogan atas undangan itu. Undangan tersebut dipandang sebagai model bagi hubungan pertemanan Azerbaijan dan Turki.

Pertemuan tersebut juga membahas arti penting penyelesaian konflik Armenia-Azerbaijan dalam sengketa Nagorno Karabakh sesuai landasan prinsip-prinsip hukum internasional, di dalam teritorial sah Azerbaijan. Kedua kepala negara itu mengungkapkan keyakinan mereka bahwa hubungan Azerbaijan dan Turki akan terus berkembang.

Setelah itu, pertemuan tingkat tinggi ke-4 Badan Kerjasama Strategis Turki dengan Azerbaijan pun diselenggarakan, disertai keikutsertaan presiden Azerbaijan dan Turki.

Pertemuan itu memfokuskan pada diskusi mengenai perspektif kerjasama antara Azerbaijan dan Turki dalam bidang ekonomi, energi, transportasi, pertahanan, kemanusiaan, proyek rel kereta tiga negara Baku-Tbilisi-Kars, proyek TANAP, penyelesaian konflik Nagorno Karabakh. Isu-isu bilateral dan internasional juga menjadi bahan perbincangan. (islamedia/tasnim/zawya/newsaz/sabanet)