Mencegah Islamophobia, Pengusaha Muslim ini Siap Membeli 51% Saham Charlie Hebdo


Islamedia.co - Insiden penembakan kantor majalah Charlie Hebdo di Paris yang menewaskan 12 orang pada Rabu kemarin (7/1/2015) menimbulkan dampak negatif pada komunitas umat Islam di Perancis dan Eropa. Pasalnya penembakan ini dikait-kaitkan dengan Umat Islam dimana Charlie Hebdo sebelumnya memuat karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW dan Islam.

Tercatat 15 masjid dan komplek Islam diserang di Perancis. Inggris pun langsung dengan lantang menyatakan kembali perang melawan terorisme Islam.

Semua tahu, Islam bukan agama teroris. Namun mereka paham, menjadikan terorisme sebagai “jualan” demi meraih target yang lebih besar lagi, yaitu: memupus citra Islam yang mulai banyak meraih simpatik di kalangan bangsa Eropa sendiri.

Adalah Rachid Nakkaz, seorang pengusaha muda muslim Perancis asal Aljazair yang bertindak untuk menghilangkan salah satu sebab Islamophobia dengan cara membeli Charlie Hebdo.

Kamis kemarin (08/01/15), pengusaha real estate ini menawarkan diri untuk membeli 51 % saham majalah Charlie Hebdo. Targetnya, mengontrol redaksi dan visi majalah agar lebih ramah terhadap Islam. Tawaran yang telah ia lakukan sejak September 2012, dengan nilai investasi 350.000 Uero. Namun saat itu ditolak pemilik majalah.

Rachid Nakkaz, dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses dan membela Islam dengan elegan. Alumni Universitas Sorbonne ini menjadi satu-satunya pengusaha yang membayarkan denda, atas setiap vonis pengadilan Perancis yang menghukum wanita-wanita muslimah bercadar di muka umum. Selama 4 tahun, ia telah menggelontorkan lebih dari 90.000 Euro untuk membela hak-hak muslimah.

Rachid Nakkaz, pertama kali namanya menarik perhatian publik ketika pada tahun 2007 tampil sebagai kandidat potensial pemilihan umum Presiden Perancis 2007. [buletinislam/islamedia]