Tolak Program KB, Erdogan Minta Keluarga Turki Jangan Batasi Jumlah Kelahiran


Islamedia.co -  Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam dan menolak program pembatasan jumlah anak atau dikenal program keluarga berencana (KB). Menurutnya, orang tua yang punya dua anak masih kurang.

Erdogan bahkan menganggap kampanye penggunaan alat kontrasepsi sebagai “pengkhianatan”.

Komentar Erdogan itu muncul ketika dia menghadiri upacara pernikahan putra pengusaha top Turki, Mustafa Kefeli, yang merupakan sekutu terdekatnya, pada hari Minggu lalu.

Dia mengatakan kepada pengantin baru itu, bahwa menggunakan alat kontrasepsi adalah pengkhianatan terhadap ambisi Turki yang ingin memiliki penduduk muda yang melimpah.

”Satu atau dua (anak) tidak cukup. Untuk membuat bangsa kita lebih kuat, kita perlu populasi lebih dinamis dan lebih muda. Kita perlu ini untuk menempatkan Turki di atas tingkat peradaban modern,” kata Erdogan.

”Di negara ini, mereka (pelaku kampanye KB) telah terlibat dalam pengkhianatan dalam pengendalian kelahiran selama bertahun-tahun dan berusaha untuk mengeringkan generasi kita," kata Erdogan, seperti dikutip Al Arabiya, Selasa (23/12/2014).

Kemudian Erdogan memuji setiap generasi yang melangsungkan pernikahan. ”Pernikahan adalah perjalanan panjang. Ada hari-hari baik dan hari buruk. Hari yang baik menjadi lebih sering seperti halnya kita berbagi dan hari buruk akhirnya membawa kebahagiaan jika kita sabar,” imbuh dia.

”Satu (anak) berarti kesepian, dua sarana persaingan, tiga sarana keseimbangan dan empat berarti kelimpahan. Dan Allah yang mengurus sisanya, “ lanjut Erdogan. [sindonews/islamedia]