Sebentar Lagi, Negara Arab Ini Bakal Punya Reaktor Nuklir Besar


Islamedia.co -  Penggunaan nuklir untuk kebutuhan energi, menjadi hak segala bangsa. Tak cuma Jepang yang identik dengan PLTN, tapi negara Arab juga bakal punya Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir sendiri. Dari empat reaktor nuklir yang sedang dibangun, satu di antaranya bakal mulai beroperasi 3 tahun lagi. Setelah tahun 2017, 3 reaktor sisa yang dibangun di Uni Emirat Arab tersebut, akan beroperasi sepenuhnya pada tahun 2020.

"Ketika pembangkit-pembangkit tersebut beroperasi penuh pada tahun 2020, kesemuanya bakal menghasilkan suplay bagi 25 persen kebutuhan energi Uni Emirat Arab," ujar Mohammed al-Hammadi, CEO Emirates Nuclear Energy Corp (ENEC),  dalam sebuah konferensi energi di Abu Dhabi, Senin lalu. Hammadi mengatakan bahwa 61 persen kelengkapan reaktor pertama sudah selesai. Reaktor itu direncakan memulai aktivitas produksi energinya pada 2017 mendatang.

Aktivitas pembangunan reaktor kedua dan ketiga sedang terus berlangsung. Sementara penyiapan area masih dilakukan untuk pembangunan reaktor keempat. Reaktor kedua akan berproduksi pada 2018, disusul reaktor ketiga pada tahun berikutnya, hingga reaktor keempat pada tahun 2020.

Hammadi juga menyatakan, bahwa 5 persen kebutuhan listrik UAE lainnya, akan disediakan dari sumber daya energi terbarukan pada tahun 2020, sehingga membantu negara Teluk itu dapat memangkas 12 juta ton emisi karbonnya.

Pada tahun 2009, konsorsium internasional yang dipimpin BUMN Korea, Korean Electric Power Corp, memenangkan tender senilai 20.4 milyar dolar (15.8 milyar euro) untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Baraka, sebelah barat Abu Dhabi.

Dengan kontrak tunggal terbesar yang pernah dimenangkan pihak Seoul di luar negeri itu, perusahaan-perusahaan Korea Selatan termasuk Samsung, Hyundai, dan Doosan Heavy Industries kemudian membangun keempat reaktor nuklir masing-masing berkapasitas daya 1.400 megawatt tersebut. Total keempatnya menghasilkan kapasitas 5,6 Gigawatt.

Negeri UAE berada di atas ladang minyak dan gas raksasa yang menghasilkan minyak mentah 2.8 juta barel per hari. Pada bulan Maret, Abu Dhabi juga membuka beroperasinya pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia, yang kapasitasnya sanggup menyediakan listrik bagi 20.000 rumah tangga.(iina)