Puasa Dapat Memperbaiki Sel-Sel yang Rusak dan Memperbaiki Kekebalan Tubuh


Islamedia.co -  Puasa merupakan ibadah yang diwajibkan oleh Allah kepada setiap muslim yang telah baligh setiap bulan Ramadhan. Rasulullah SAW pun mengajarkan setiap Muslim memperkuatnya dengan berpuasa sunnah, seperti berpuasa selama 3 hari setiap bulan pada tanggal 13,14 dan 15 pada penanggalan hijriyah yang dikenal dengan puasa ayyaumul bidh.

Selain itu juga ketika seorang pasien ingin cek kesehatan, dianjurkan oleh dokter untuk berpuasa sebelumnya, begitu juga pada saat akan menjalani operasi, dokter juga menyarankan untuk berpuasa terlebih dahulu.

Anjuran ini tentu memiliki alasan kuat. Selain untuk memperkuat psikis serta keimanan juga menjaga kesehatan. Bagaimana pendapat peneliti Barat?

Para peneliti di University of Southern California, mengungkap puasa selama tiga hari menumbuhkan sistem kekebalan tubuh secara menyeluruh, bahkan kepada orang lanjut usia. Ini karena, puasa membantu sel-sel induk pada tubuh memproduksi sel-sel darah putih segar.

Mereka menambahkan puasa juga bermanfaat bagi individu yang menderita kelainan sistem kekebalan tubuh. Termasuk juga, pasien yang tengah menjalani kemoterapi.

"Puasa memberikan sinyal 'OK' untuk sel-sel induk untuk terus maju dan berkembang biak mulai dan membangun kembali seluruh sistem," Prof. Valter Longo, Profesor Gerontology dan Biological Sciences di University of Southern California, seperti dilansir Muslimvillage, Rabu (17/12).

Longo mengatakan, pada saat berpuasa, sel-sel tubuh yang rusak diperbaiki. Dengan begitu, secara harfiah, tubuh membentuk sistem kekebalan yang baru.

Selama uji coba studi, relawan diminta berpuasa secara teraturantara 2-4 hari selama 6 bulan.[republika/islamedia]



close
Banner iklan disini