Presiden Turki Erdogan : Siapapun Tak Dapat Intervensi Turki, Termasuk Eropa dan Amerika


Islamedia.co -  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merespon kecaman Uni Eropa dengan mengatakan siapa pun tak punya hak untuk mengintervensi kebijakan internal Turki dan tak punya hak memberi pelajaran demokrasi kepada Turki.

Menurut Erdogan, Uni Eropa harus bercermin, terutama ketika Uni Eropa berurusan dengan Mesir dan Suriah.

“Turki tidak akan pernah menjadi menjaga pintu Uni Eropa,” demikian papar Erdogan.

Turki kebanjiran kecaman menyusul penangkapan wartawan dan staf televisi pendukung Fethulah Gulen, tokoh oposisi Turki yang mengasingkan diri ke AS. Negara-negara Eropa yang pro dengan Amerika  mengecam keras hal itu, dengan menyebut penangkapan itu tidak sesuai dengan kebebasan media.

Erdoga balik mengecam kegagalan demokrasi yang selama ini dilakukan barat.

“Urus saja diri kalian masing-masing,” kecam Erdogan.

Pers Barat menulis, respon keras Erdogan ini membuat beberapa negara Eropa tidak lagi membujuk Ankara untuk bergabung dengan blok Eropa.

“Mereka, Uni Eropa, harus tahu bahwa yang dihadapi saat ini bukan lagi Turki tua dan sakit-sakitan,” demikian Erdogan.

“Uni Eropa harus menjelaskan mengapa terjadi peningkatan Islamophobia di Eropa. Mengapa mereka menutup mata dengan pembantaian di Suriah dan Palestina. Apakah itu kebebasan (demokrasi) mereka?,” Erdogan melanjutkan.

Turki sejak lama melamar sebagai anggota Uni Eropa, tapi kerap ditolak. Entah alasan sejaraa atau bukan, mereka yang menolak adalah mayoritas negeri Katolik seperti Spanyol, Portugal, Italia, Yunani, dan Prancis.

Kini, ketika perekonomian Turki tumbuh luar biasa pesat, dan Uni Eropa kelabakan menghadapi kebangkrutan negara-negara anggotanya, kini Turki dibujuk untuk masuk Uni Eropa.[lasdipo/im]