Kisah Indah Dan Haru Di Amsterdam


Islamedia.co -  Kisah ini bermula saat pagi hari yang dingin di Amsterdam.

Setiap selesai sholat Jum'at tiap pekannya, seorang imam (masjid) dan anaknya (berumur 11 tahun) mempunyai jadwal rutin membagikan buku–buku islam.
Diantaranya buku "at-Thoriq ilal Jannah" (jalan menuju surga). Mereka membagikan di daerahnya  di pinggiran Kota Amsterdam.

Pada suatu hari, ketika kota sedang diguyur hujan yang sangat deras dengan suhu yang sangat dingin.

Sang anak mempersiapkan dirinya dengan memakai beberapa lapis pakaian demi mengurangi rasa dinginnya. 

Setelah selesai mempersiapkan diri., ia berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, aku telah siap..!" ayahnya menjawab : "Siap untuk apa..???",
Si anak berkata: "Untuk membagikan Buku-buku (seperti biasanya)", sang ayahpun berucap: "Anakku...suhu diluar sana sangat dingin.., belum lagi hujan lebat yang mengguyur", sang anak menimpali dengan jawaban yang menakjubkan : "Akan tetapi ayah.., sungguh banyak orang yang berjalan diluar sana sedang menuju Neraka dibawah guyuran hujan..."

Sang ayah terhenyak dengan jawaban anaknya seraya berkata: "Namun ayah takkan keluar dengan cuaca seperti ini". 

Akhirnya si anak meminta izin untuk keluar sendirian...
Sang ayah berpikir sejenak dan akhirnya iapun memberikan izin.
Si anak mengambil beberapa Buku dari ayahnya untuk dibagikan, dan berkata: "terima kasih wahai ayahku...".

Dibawah guyuran hujan yang cukup deras., dan ditemani rasa dingin yang menggigit... 

Anak itupun membawa Buku-buku yang telah dibungkusnya rapi dengan kantong plastik ukuran sedang agar tidak basah terkena air hujan.
Lalu ia membagikan buku kepada setiap orang yang ditemuinya... 

Tidak hanya itu.., beberapa rumahpun ia hampiri demi tersebarnya Buku-buku tersebut...

Dua jam telah berlalu., tersisalah sebuah Buku ditangannya. 

Namun sudah tak terlihat lagi orang yang lewat di lorong itu... Akhirnya ia memilih untuk menghampiri sebuah rumah diseberang jalan untuk menyerahkan Buku terakhir tersebut...

Sesampainya di depan rumah.., 

ia pun memencet bel, tapi tidak ada respon dari dalam. Ia ulangi beberapa kali, hasilnya tetap sama..! 

Ketika hendak beranjak pergi.., sepertinya ada yang menahan langkahnya. Dan ia mencoba sekali lagi dengan ketukan tangan kecilnya... Sebenarnya ia juga tidak mengerti kenapa ia begitu penasaran dengan rumah tersebut.

Pintupun terbuka perlahan.., disertai munculnya sesosok nenek yang tampak sangat sedih... 

Nenek itu berkata: "ada yang bisa saya bantu nak..?" Si anak berkata (dengan mata yang berkilau dan senyuman yang menerangi dunia): "Saya mohon maaf jika mengganggu nyonya.., akan tetapi saya ingin sekali menyampaikan satu berita.., bahwa sesungguhnya Allah sangat mencintai dan memperhatikan nyonya... dan saya ingin sekali menghadiahkan BUKU ini kepada nyonya., yang mana di dalamnya dijelaskan tentang Allah Ta'ala dan Kewajiban seorang hamba serta beberapa cara agar dapat memperoleh Keridhoan-Nya..!"

Satu pekan telah berlalu.., 

seperti biasa sang imam memberikan ceramah di masjid. Seusai ceramah ia mempersilahkan jama'ah untuk berkonsultasi... 

Terdengar sayup-sayup dari shaf perempuan...
Seorang perempuan tua berkata: "Tidak ada seorangpun yang mengenal saya disini., dan belum ada pula yang mengunjungiku sebelumnya...
Pekan yang lalu saya bukanlah seorang Muslim.., bahkan tidak pernah terbetik dalam pikiranku hal tersebut sedikitpun... 

Suamiku telah wafat dan dia meninggalkanku sebatang kara di bumi ini".
Dan iapun memulai ceritanya awal bertemu dengan anak itu...

"Ketika itu.., cuaca sangat dingin mencekam disertai hujan lebat.
Aku memutuskan untuk mengakhiri Hidupku... Kesedihanku sangat-sangat mendalam.., dan tidak ada seorangpun yang peduli padaku..!!! Maka tidak ada alasan bagiku lagi untuk Hidup... 

Akupun naik ke atas kursi dan mengalungkan leherku dengan seutas tali yang sudah kusiapkan sebelumnya... Ketika hendak melompat., terdengar olehku suara bel. Aku terdiam sejenak dan berpikir... : "paling sebentar lagi ia juga akan pergi".

Namun suara bel dan ketukan pintu semakin kuat..!!! Akupun berkata dalam hati: "siapa gerangan yang sudi mengunjungiku.., tidak mungkin ada yang akan mengetuk pintu rumahku".

Kulepaskan tali yang sudah siap membantuku mengakhiri Nyawaku, dan bergegas ke pintu... 

Ketika pintu kubuka.., aku melihat sesosok anak kecil dengan Pandangan dan Senyuman yang belum pernah kulihat sebelumnya.! Aku tidak mampu menggambarkan sosoknya kepada kalian...

Perkataan lembutnya telah mengetuk Hatiku yang mati hingga bangkit kembali... Ia berkata: "Nyonya.., maaf saya datang untuk menyampaikan bahwa Allah Ta'ala sangat menyayangi dan selalu memperhatikan nyonya...",
lalu dia memberikan Buku ini (buku jalan menuju surga) kepadaku...

Malaikat kecil itu datang kepadaku secara tiba-tiba.., dan iapun menghilang dibalik guyuran hujan hari itu juga secara tiba-tiba..! 

Setelah menutup pintu aku segera membaca Buku dari Malaikat kecilku itu sampai selesai... Seketika kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku itu., karena aku takkan membutuhkannya lagi.!

Sekarang lihatlah aku..,
diriku sangat Bahagia karena aku telah mengenal Tuhanku yang sesungguhnya..!!! 

Dan dengan sengaja aku mendatangi kalian berdasarkan alamat yang tertera di Buku tersebut untuk berterimakasih kepada kalian yang telah mengirimkan Malaikat kecilku pada waktu yang tepat..!!! 

Hingga kini semoga aku terbebas dari kekalnya Api Neraka..!!!"

Air mata semua orang yang hadir mengalir deras tanpa terbendung., masjidpun bergemuruh dengan isak tangis dan pekikan Takbir… Allahu Akbar… Allahu Akbar... Allahu Akbar...

Sang imam (ayah dari anak itu) beranjak menuju tempat dimana malaikat kecil itu duduk dan memeluknya erat-erat.., dan tangisnyapun pecah tak terbendung dihadapan para jamaah...

Sungguh mengharukan.., mungkin tidak ada seorang ayahpun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut..!

 
Kisah terjemahan dari Shiddiq al-Bonjowi.
 
[Islamedia/MT]
 

close
Banner iklan disini