Kian Nyata, Indikasi Penghancuran Masjid Al-Aqsha Demi Pembangunan Kuil Yahudi


Islamedia.co -  Indikasi nyata mencuat terkait kian menguatnya bahaya yang mengancam Masjid Al-Aqsha. Dalam ulasan opini edisi Sabtu lalu, suratkabar Israel Haaretz membahas ihwal berkumpulnya para rabbi untuk mendiskusikan skema pembangunan Kuil Ketiga di atas reruntuhan masjid Al-Aqsha. Suratkabar tersebut mempublikasikan foto yang memperlihatkan sejumlah rabbi dan pakar berkumpul mempelajari peta masjid Al-Aqsha.

Dalam tulisan berbahasa Yahudi yang dibuat Professor Ronnie Ellenblum berjudul "Dentang Lonceng bagi Kaum Ultra-Ortodox dan Sekuler", dibahas masa depan Al-Aqsha yang oleh kaum Yahudi disebut sebagai Gunung Kuil.

Meskipun tulisan tersebut tidak mengidentifikasi siapa-siapa saja Rabbi yang ada di foto, salah satu rabbi itu dikenal sebagai Rabbi Yisrael Ariel, presiden Temple Institute, otoritas keagamaan Yahudi yang dikenal paling bernafsu dalam menghancurleburkan masjid Al-Aqsha untuk dibangun kuil di atasnya.

Turut terlibat dalam proyek tersebut ialah Rabbi Yehuda Etzion. Ia disebut sebagai "Yahudi Teroris" oleh surat kabar LA Times atas keterlibatannya sebagai dedengkot plot pemboman Qubbatu Sakhrah beberapa dekade lalu. Dialah juga sosok yang bertanggung jawab atas terjadinya pembantaian di Universitas Hebron yang mengakibatkan korban luka dan korban jiwa sebanyak 15 orang mahasiswa. Ia bertanggung jawab pula atas tiga upaya pembunuhan terhadap para walikota terpilih di Tepi Barat, yang salah satu korbannya ialah Walikota Nablus kala itu, Bassam Shakaa, yang kemudian mengalami cacat permanen.

PM Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji kepada Raja Jordan untuk tidak mengambil langkah apapun yang bakal mengubah status quo Masjid Al-Aqsha.

Namun Miri Regev, anggota Knesset mewakili Partai Likud pimpinan Netanyahu, mengumumkan bahwa dia tidak akan mengizinkan terus berlangsungnya status quo Masjid Al-Aqsha, seraya menekankan bahwa Knesset periode berikutnya, akan mengeluarkan sejumlah ketetapan yang bakal menegaskan kedaulatan Yahudi atas masjid Al-Aqsha.

Televisi Israel Channel 10 mengutip Regev yang berkata pada Selasa lalu, bahwa penasbihan kedaulatan Yahudi atas Masjid Al-Aqsha merupakan hal paling penting, karena bersangkut erat dengan kedaulatan politik, relijius, dan budaya milik "orang Yahudi di tanah mereka sendiri".

Saluran televisi itu juga menerangkan, bahwa pandangan tersebut didukung oleh Menteri Ekonomi Israel
Naftali Bennett, Menteri Perumahan Israel Uri Ariel, serta disokong pula oleh Kepala Komite Urusan Pertahanan dan Urusal Luar Negeri Israel, Ze'ev Elkin, dan ketua blok koalisi di parlemen, Danny Levin. (memo)