Anggota FN Prancis Dipecat Karena Masuk Islam


Maxence Buttey

Islamedia.co - Front Nasional (FN), kelompok sayap kanan Prancis, memecat Maxence Buttey -- anggota dewan lokal yang memeluk Islam dan mengajak rekan-rekannya di dalam partai mempelajari Alquran. (Baca: Prancis Heboh, Anggota Front Nasional Masuk Islam)



"Ada banyak Islamofobia di FN," ujar Buttey, anggota dewan kota terpilih Noisy-le-Grand, wilayah di pinggiran Paris, kepada Le Parisien dan France 24 seperti dikutip Inilahcom.

"Bukan Marine Le Pen, banyak pemimpin FN yang tidak tahu perbedaan antara kehidupan pribadi dan publik," lanjutnya.

Buttey, kini berusia 22 tahun, berasal dari keluarga Katolik taat. Ia membaca Alkitab secara rutin, memahami hampir seluruh isinya.

Ia juga membaca kitab-kitab agama lain, salah satunya Alquran. Perlu waktu lama bagi Buttey untuk sampai pada kesimpulan Alquran lebih memiliki kabajikan visioner, dan ia memutuskan menjadi Muslim.

Ia membuat video berisi ceramah, untuk mengajak rekan-rekan di FN mengikuti jalannya. Video dikirim ke sejumlah rekan. Prancis gempar.

Marine Le Pen, pimpinan FN, dan Marechal Le Pen -- keponakan Marine -- mengecam dan mendesak Buttey dipecat sebagai tindakan hukuman terhadapnya.

Jordan Bardella, pimpinan lokal FN, membenarkan pemecatan Buttey. Kepada Agence France Presse (AFP), Bardella mengatakan Buttey adalah bocah tidak stabil, dan memiliki kemampuan terbatas untuk bekerja secara kelompok.

Sebagai wakil rakyat terpilih, Buttey masih akan duduk di dewan kota Noisy-le-Grande, tapi tidak memiliki tugas apa pun.

FN, partai yang didirikan Jean-Marie le Pen, mengadopsi anti-Islam dan anti-imigran. Sikap anti-Islam tidak diperlihatkan secara langsung, tapi melalui kampanye anti-daging halal, anti-hijab di sekolah, dan terakhir anti-kebab. [gie/im/inl]




close
Banner iklan disini