Allah Menutup Aib Kita


Islamedia.co -  Perjalanan kita sudah berada di ujung akhir 2014. Hampir satu tahun ini ada suka duka yang menyapa. Entah sedih atau senang, datang silih berganti.

Ada janji yang di ucap sang pemimpin.
Ada janji seorang suami pada istri.
Ada janji kawan pada sahabatnya.
Ada janji guru pada muridnya.
Ada janji politikus pada pemilihnya.
Ada janji anak pada ayah bunda.
Dan, jutaan janji pada episode di berbagai kehidupan.

Kita berusaha untuk menjadi baik. Tapi, dibalik semua itu. Ada kuasa Tuhan yang sangat berpengaruh, tentang penilaian orang lain pada kita.

Tanpa kehendakNya. Bisa saja, orang enggan melihat atau bersahabat dengan kita. Jadi ada peran yang Maha dahsyat yang bekerja siang malam, bahkan perdetik, membantu kita. 

Ini hanya sebuah catatan ringan. Catatan diakhir tahun. Ditemani rintik hujan pada ujung senja. Di sebuah masjid, sambil menunggu maghrib tiba.

Kita di pandang baik kadangkala bukanlah karena kita benar-benar baik.
Namun, karena Allah menutupi aib kita.

Sahabat, maafkan saya. Atas segala aib yang selama ini mencedrai hubungan persahabatan kita.

Apapun yang terjadi. Engkau tetap #sahabatku.


Bang Joy