Nasib Muslim di Cina: Dilarang Puasa, Dilarang Berkhotbah dan Sekarang Dipenjarakan


Islamedia.co -  Masih segar dalam ingatan kita Pada bulan ramadhan kemarin larangan puasa tersebut terpasang di situs sekolah, instansi pemerintah, dan organisasi partai lokal di wilayah Xinjiang. Larangan ini juga ditujukan untuk melindungi kesejahteraan siswa dan mencegah penggunaan sekolah dan kantor pemerintah untuk mempromosikan agama Islam.

"Tidak boleh ada guru yang berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan menanamkan pemikiran tentang agama pada siswa atau memaksa siswa ke dalam kegiatan keagamaan," kata sebuah pernyataan di situs Sekolah Country di Xinjiang.

Kini muslim uighur kembali diperlakukan semena – mena oleh , pemerintah Cina saat ini telah memenjarakan 22 orang pemimpin agama yang sebagian besar Muslim di wilayah barat Xinjiang.

Mereka diberi hukuman penjara mulai dari lima sampai 16 tahun dengan hukuman umum massal di Xinjiang pada hari Senin (10/11) lalu.

"Di antara pemimpin agama yang dipenjarakan adalah mereka yang terus melakukan kegiatan keagamaan, termasuk khotbah, setelah dipecat dari jabatan resmi mereka," tulis News Service, Selasa (11/11).(rol/im)