Jangan Benci Kami, Lemak dan Kolesterol



Islamedia.co -  Seharusnya cinta itu bagaikan LDL dan HDL dalam tubuh yang sehat, mereka terjadi keseimbangan yang saling mengisi dan melengkapi...yah seperti cinta diantara kita#eaa insyaa Allah

Segala sesuatu yang nampak jahat itu belum tentu,...barangkali kita yang belum mengenalnya lebih jauh. Atau kita terlalu mengikuti persepsi banyak orang alias tren yang beredar, tanpa terlebih dahulu menyaring dengan kacamata ilmu.

Lemak itu jahat seolah dia harus dihindari bahkan mati-matian agar jangan sampai mengonsumsinya, apapun caranya.

Kolesterol itu jahat, ga perlu kita menyantapnya, hhhhhhhh. ...

Setiap apa yang diciptakanNya tak melulu berefek negatif. Percayalah..!

Seperti halnya syaithan yang selalu digambarkan jahat, tetap saja dia mempunyai hikmah dibalik penciptaannya. Yaitu agar kita beristiadzah(berlindung) dan mencari pertolongan kepada Allah dari gangguan syaithan. karena pada hakikatnya ibadah ini sangat mulia, beristiadzah kepada Allah, bukan pada selainNya. Dengan adanya syaithan juga akan tersaring mana manusia yang taqwa mana yang tidak, mana yang baik mana yang buruk. Inilah kebaikannya, kita jadi tahu siapa yang lolos melawan godaannya.

Itu adalah hikmah dibalik penciptaan makhluk yang buruk sekalipun, apalagi yang nyata-nyata mengandung manfaat, seperti halnya lemak atau kolesterol. Berikut sedikit ulasan tentang lemak dan kolesterol, bahwa selalu ada cinta dibalik penciptaannya. Karena Allah itu Ar Rahman Maha Mengasihi seluruh makhluknya di dunia tanpa terkecuali.

Lemak ada karena dibutuhkan tubuh sebagai sumber dan pelarut beberapa vitamin yang larut dalam lemak dan sumber asam-asam lemak, baik esensial maupun nonessnsial. Lemak disimpan dalam lemak tubuh sebagai cadangan energi dalam jaringan adiposa.

Lemak juga mempunyai fungsi struktural penting dalam tubuh yaitu mengisi struktur tubuh dibawah kulit, misalnya disekitar organ-organ tubuh yang halus, lunak dan vital. Lemak juga mengisi rongga-rongga yang kosong, memperindah bentuk tubuh, terutama pada wanita. Jika tidak ada lemak maka seorang wanita akan terlihatkurus kering atau kerempeng dengan muka keriput hiiiyyy.

Lemak juga berfungsi sebagai isolator bagi tubuh baik terhadap perubahan suhu maupun terhadap benturan.

Proporsi konsumsi lemak yang ideal menurut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 2004 adalah 20% dari total energi, dan sebaiknya tidak melebihi 30 % dari total konsumsi energi atau setara 40-60 gr lemak/harinya.

Nah kalo kolesterol itu gimana sih sebenarnya? Jangan antipati dulu yaa..

Kolesterol itu berperan penting dalam menstabilkan membran sel. Kolesterol berfungsi sebagai prekursor garam-garam empedu, yaitu senyawa yang berfungsi dalam proses pencernaan dan penyerapan minyak. Kolesterol juga berfungsi sebagai prekursor hormon yang mengatur metabolisme, pertumbuhan dan reproduksi.

Kolesterol tubuh diperoleh dari makanan dan disintesis pada hampir semua sel tubuh, tetutama dalam sel hati dan usus. Bahan pembentukan kolesterol tubuh yang utama adalah asam lemak yang berasal dari minyak, glukosa dari karbohidrat, dan asam amino dari senyawa protein. Oleh karena itu, kolesterol dan minyak goreng yang menyediakan asam-asam lemak tidak bisa dipisahkan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa karbohidrat dan protein juga merupakan bahan pembentuk kolesterol.

Peningkatan kolesterol dalam darah dikaitkan dengan pembentukan plak aterosklerosis yang dapat menyumbat pembuluh darah, menimbulkan serangan jantung dan stroke.

Low Density Lipoprotein atau dikenal LDL yang tinggi kadarnya menyebabkan terbentuknya plak, karena kolesterol LDL bersifat aterogenik. Sedangkan High Density lipoprotein atau dikenal HDL yang tinggi kadarnya bersifat menunda pembentukan plak atetosklerosis karena HDL bersifat protektif. HDL berperan mengeluarkan kolesterol dari jaringan dan mengembalikannya ke hati.

Dalam tubuh yang sehat kolesterol LDL dan HDL selalu berada dalam keseimbangan yang dinamis. Kolesterol LDL akan mempertebal pengapuran dinding pembuluh darah dan kolesterol HDL akan memulihkannya atau menghambat pembentukannya. Secara alamiah, tubuh akan memelihara agar keseimbangan ini terjaga sehingga pengapuran tidak mudah terjadi.

Namun, keseimbangan bisa saja terganggu dalam keadaan tertentu yang dipengaruhi oleh faktor genetik, umur, lingkungan, pola makanan yang diabaikan, atau pola makan yang tidak sehat. Dalam jangka waktu yang lama, kadar kolesterol LDL dapat saja meningkat, sedangkan kadar kolesterol HDL menurun sehingga pengapuran dapat terjadi dengan cepat.

Banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol, minyak, jerohan, otak, udang, telur bisa meningkatkan kadar kolesterol karena tubuh tidak mampu mengendalikannya. Bisa juga kolesterol yang tinggi disebabkan teralu sedikit ekskresi kolesterol melalui asam empedu kedalam kolon, akibat makanan yang kurang serat. Kolesterol tinggi bisa juga karena faktor genetik.

Demikianlah sekelumit tentang lemak dan kolesterol, semoga kita lebih arif lagi dalam menghadapi 2 dua zat gizi ini. Asal tau proporsinya insyaa Allah menyehatkan.

Wallahua'lam


Anindya Sugiyarto


marajii' :
1. Makan tepat badan sehat, Prof. Dr. Ir. Faihal Anwar dan Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan.
2. Asuhan Nutrisi Rumah Sakit, Dr Andry Hartono, D. A. Nutr. 


close
Banner iklan disini