Berterimakasihlah Kepada Guru


Islamedia.co -  Saya punya beberapa kawan dari SD hingga sekarang yang pintar dan menonjol dibanding teman-temannya yang lain. Orang tua mereka berprofesi sebagai guru. Saya tidak mengerti apakah memang setiap anak dari seorang guru pasti lebih pintar dibanding yang lain. Tapi yang saya temui selalu begitu keadaannya.

Saya merenung, apa yang menyebabkan anak-anak guru itu lebih cerdas dari yang lainnya? Oh, mungkin seorang guru lebih pintar dalam mendidik anak. Atau - ini yang saya duga - ini jalan Allah swt membalas pengabdian mereka, melalui keturunan yang cerdas.

Tentu seorang guru lebih mengerti cara mendidik anak, karena mereka telah dibekali semcama ilmu psikologi pendidikan dan ilmu lain yang menunjang dalam profesinya mendidik anak bangsa. Beruntung memang seorang anak guru, di sekolah ia bertemu pendidik, dan di rumah juga bertemu pendidik.

Saya percaya, seorang guru telah dibekali pemahaman tumbuh kembangnya seorang anak. Sehingga mereka lebih tepat dalam menangani anak sesuia dengan usianya.

Dididik dengan penanganan yang tepat, wajar anak-anak guru itu lebih pintar. Minimal saat mereka tidak mengerti sebuah materi pelajaran, ada tempat bertanya di rumah.

Lalu tentang balasan Allah swt untuk mereka berupa anak yang cerdas, saya rasa tidak salah. Bukankah Allah swt yang berfirman seperti itu? "Tiada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)." (QS. Ar-Rahman : 60)

Lihatlah bagaimana balasan kesholehan ayah Imam Syafi'i, menghasilkan seorang anak yang ilmunya menyelimuti bumi? Dan kalau mau menyelidiki biografi para ulama, kita akan temukan mereka berasal dari garis keturunan yang sholeh.

Ada balasan kebaikan yang Allah swt percepat di bumi, dan tetap Allah sempurnakan di akhirat. Saya meyakini para guru itu mengajar dengan tulus. Menatap pada anak-anak yang dalam usia pertumbuhan dengan penuh harap agar mereka menjadi manusia yang berguna buat bangsa dan negara. Mereka mengharapkan ada dari anak didik mereka menjadi pemimpin negeri ini dengan adil. Hati mereka lembab oleh bulir bulir ketulusan.

“Pada setiap hati yang basah terhadap pahala.” Begitu sabda Rasulullah saw.

Kini, lihatlah diri kita, bila ingin memiliki anak yang berterima kasih, maka jadilah orang yang berterima kasih. Terutama kepada guru dan semua pendidik yang pernah berjasa kepada kita. 

Ucapkanlah terima kasih di dalam hati. Mohon ampun untuk mereka. Dan lantunkanlah Al-fatihah dengan maksud agar mereka yang telah wafat mendapatkan manfaat dari pembacaan Al-fatihah itu.

Selamat Hari Guru



close
Banner iklan disini