Undangan - Undangan Mubazir Itu...


http://1.bp.blogspot.com/-4mlC_9VcLAo/Ui1Jt61d1bI/AAAAAAAACJY/MZ_JwK02-eQ/s1600/IMG-20130904-WA0012.jpg
Islamedia.co - Setelah melangsungkan akad nikah, orang perlu mengumumkan pernikahannya, i'lan, agar masyarakat mengetahui. Melalui walimah, pengantin yang baru menikah mengabarkan kepada orang banyak, menyatakan rasa syukurnya atas rezeki yang dikaruniakan Allah padanya, serta memohon doa agar pernikahan yang baru saja dilangsungkan dibarakahi oleh Allah dan Allah ridha kepada keluarga baru itu beserta seluruh keturunannya kelak.Allahumma amin.


Pada masa dulu, orang memberitahu kepada khalayak dan sanak kerabat secara lisan. Mereka kemudian mengabarkan kepada orang lain dan siapa saja yang ditemui, jika pihak yang mengadakan walimah mengizinkan. Selain khalayak umum, ada orang-orang yang secara khusus diundang. Mengundang dengan cara ini, lebih dekat dengan silaturahmi dan lebih dekat dengan kesucian hati serta kebersihan niat.

Zaman kemudian berkembang, orang semakin sulit menyediakan waktu kalau tidak diberitahu jauh sebelumnya secara tertulis. Kesibukan pada masing-masing pihak, pengundang maupun yang diundang, menjadikan undangan tertulis lebih praktis. Melalui undangan tertulis, kita lebih memungkinkan untuk mengundang orang yang lebih banyak.

Setelah undangan tertulis marak digunakan, mulai ada pergeseran. Undangan cetak tidak hanya menyangkut fungsinya untuk memberitahu orang. Ada sejumlah hal yang kemudian masuk di dalamnya. Awalnya sekedar agar tidak tampak terlalu bersahaja, sehingga orang berusaha mendesain kartu undangan sehingga tampak lebih menarik dan lebih anggun. Pilihan kertas juga demikian, semakin berkembang.

Sejauh semua itu masih fungsional, sepanjang pemahaman saya masih tidak masalah. Hanya saja, saya kemudian mulai bertanya ketika melihat undangan-undangan nikah yang mewah dan lebih banyak fungsi aksesorisnya. Atau, malah fungsi prestise. Undangan-undangan itu dicetak di atas kertas yang jauh melebihi kebutuhan. Ada sekian aksesoris yang tidak fungsional, kecuali sekedar sebagai keunikan dan kekhasan. Padahal, sesudah itu undangan-undangan itu dibuang ke tempat sampah. Kertas yang biasanya bertuliskan ayat suci Al-Qur'an, surat Ar-Rum ayat 21 itu, berbaur dengan sampah-sampah lain yang siap diangkut tukang sampah.

Saya sempat berpikir, apakah undangan yang demikian ini tidak mubazir?
Membuat sesuatu yang jauh melebihi kebutuhan, kertasnya kadang sampai berlembarlembar
yang ditumpuk-tumpuk, padahal hanya dibaca sesaat. Sesudah itu tidak berguna lagi.

Ironis sekali. Undangan-undangan mubazir itu justru banyak yang berasal dari kita yang beragama Islam. Bahkan dari kita yang tampak sekali ghirah keagamaannya.

Saya tidak hendak mengajak Anda untuk bersikap kaku dengan tulisan ini. Tidak. Kita melihat kenyataan sekarang bahwa kehadiran undangan cetak hamper-hampir tidak mungkin untuk dihilangkan. Sehingga undangan itu mempunyai fungsi untuk menyampaikan khabar, untuk i'lan (mengumumkan) atas peristiwa membahagiakan. Melalui undangan, kita lebih memungkinkan mengundang banyak orang.

Melalui tulisan ini, saya hendak mengajak berpikir sejenak, sehingga kita bisa menghindari kemubaziran. Tetapi, kita juga menjauhkan diri dari sikap terlalu bakhil. Kemubaziran banyak lahir dari sikap israf (berlebih-lebihan), sedang sikap bakhil (kikir, terlalu mengurang-ngurangkan) menjauhkan kebaikan.

Langkah ini dapat dilakukan dengan mencegah diri dari pemakaian undangan cetak yang berlebih-lebihan. Undangan boleh jadi tetap elegan, tetapi tidak berlebihan dalam pemakaian kertas dan penggunaan aksesoris.

Menjauhkan kemubaziran juga bisa dilakukan dengan memberi manfaat tambahan pada kartu undangan yang dicetak. Misalnya, dengan mengoptimalkan fungsi seluruh kertas yang ada. Sehingga selain bermanfaat untuk menyampaikan undangan walimah, juga bermanfaat untuk dakwah dalam waktu lama. Bukan yang sekali dilihat, segera dimasukkan tong sampah.

Memberi manfaat lebih ini dilakukan dengan mendesain pesan-pesan maslahat. Bisa juga dengan menyertakan fungsi lain yang diperlukan orang, kalender misalnya. Bisa juga tabel zakat. Atau, Anda bisa menambahkan jadwal shalat untuk daerah tempat walimah  dilaksanakan yang mudah dibawa kemana-mana. Sedang kelebihan kertas yang ada bisa dimanfaatkan juga dengan mendisain pembatas buku sekaligus mengisinya dengan pesan maslahat.

Masih banyak sentuhan lain yang dapat diberikan. Anda dapat memikirkan peluang-peluang itu agar undangan tidak terlalu mubazir. Semoga dengan demikian, lebih dekat kepada barakah dan ridha Allah. Dengan demikian setan tidak mempunyai kesempatan untuk menimbulkan kemubaziran.

Mudah-mudahan ikhtiar kita untuk menjadikan berbagai langkah selama proses dengan sesuatu yang manfaat dan maslahat, menjadikan pernikahan kita barakah,sakinah mawaddah wa rahmah. Semoga kelak Allah mengaruniai keturunan yang memberi bobot kepada bumi dengan kalimat laa ilaaha illaLlah.

Dikutip dari buku Kado Pernikahan karya Mohammad Fauzil Adhim