Turki Tak Pernah Izinkan Amerika Gunakan Pangkalan Militernya untuk Serang ISIS


Islamedia.co -  Turki membantah laporan AS yang menyebut penggunaan pangkalan udara militernya untuk menyerang ISIS. Turki mengatakan tidak mengizinkan Amerika menggunakan pangkalan udaranya untuk melancarkan operasi terhadap “Negara Islam” di Irak dan Suriah atau ISIS.

Sebelumnya, para pejabat Amerika, seperti dikutip voaindonesia, Senin (13/10) pagi, mengatakan bahwa kesepakatan telah dicapai untuk menggunakan pangkalan di Incirlik, sekitar 100 kilometer dari perbatasan Turki dengan Suriah barat laut untuk melancarkan serangan udara. Ankara membantah dengan mengatakan tidak ada kesepakatan yang dicapai untuk itu.

“Tak ada kesepakatan terkait penggunaan pangkalan udara Incirlik,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Tanju Bilgic, mengutip pernyataan Menlu Mevlut Cavusoglu, seperti dikutip Associated Press, Selasa (14/10).

Selama ini AS telah menekan Turki agar berperan aktif melawan ISIS. Tapi Turki tak merespon. Turki selalu menyatakan tak akan bergabung perang melawan ISIS, kecuali jika koalisi AS itu menyerang rezim Suriah. (voaindonesia/AP/salam-online/islamedia)