Subhanallah, Inilah satu – satunya Wanita Kuba yang pergi haji


Islamedia.co -  Namanya Maria Luiz Calvo pekerjaanya adalah Pengajar bahasa Inggris , wanita berumur 50 tahun ini  masuk Islam baru sekitar tujuh bulan lalu. Ketika ditanya oleh Aljazeera.net tentang penyebab masuknya Islam, Maria berhati-hati menjawab. Ia memilih bicara tema lain tanpa menyinggung masalah itu yang dianggapnya sebagai masalah privasi yang tidak perlu diungkap.

Maria mengaku bahwa dirinya adalah wanita Kuba satu-satunya yang pergi haji tahun ini. Namun ia mengeluhkan tidak adanya biro urusan haji di Kuba dan ia meminta agar dibuat biro haji itu seperti negara lainnya yang minoritas muslim.

Maria memerlukan waktu 12 jam untuk terbang dari Havana ke Moskow dan kemudian lebih dari tujuh jam untuk mencapai Dubai.

Dari Dubai menuju Jeddah menghabiskan waktu lebih dari dua setengah jam. 

"Saya juga menghabiskan waktu berjam-jam untuk transit di bandara," tambah dia. Saat tiba di Tanah Suci, Liva dan jamaah asal Kuba tergabung dalam kamp nomor 27 di Mina.

Maria mengatakan, saat sopir mengantarnya ke Masjidil Haram, jantungnya berdegup kencang. "Ketika saya mendekati Kabah saya merasa kaki saya gemetar. Mereka tidak bisa membawa saya dan saya hampir pingsan. Saya mulai menangis terkagum-kagum dengan kesucian tempat ini," tutur dia.

Ketika bicara soal kejahatan 'Israel', mereka yang mendengarkannya harus menyaksikan raut marah di wajah Maria Louise yang tanpak memerah. Ia bicara seakan seperti pimpinan revolusi Kuba Fadel Castro yang juga memiliki sikap mendukung isu Palestina.

Maria tidak membawa ambisi dan cita-cita kecuali hanya doa satu-satunya yang selalu diulang-ulang di Mina, Arafah dan Muzdalifah “Ya Allah ampuni dosaku dan selamatkan Gaza.” [dream/infopalestina/islamedia]