SPI #IndonesiaTanpaJIL Membahas Hinduisasi di Indonesia


Islamedia.co -  Sekolah Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL kembali digelar hari Kamis lalu (23-10-14). Di perkuliahan ketujuh ini, SPI mengangkat tema "Nativisasi" dengan menghadirkan Tiar Anwar Bachtiar sebagai pemateri. Perkuliahan yang kembali digelar di Aula INSISTS ini makin menarik pembahasan demi pembahasannya.

"Hal yang sering terabaikan dan terlupakan adalah mengetahui sejarah Indonesia, serta bagaimana hinduisasi menyerang Indonesia. Kuliah ini mengingatkan saya akan pentingnya mempelajari sejarah, khususnya sejarah Islam di Indonesia," ungkap Izzatur Rifdah, peserta SPI perwakilan dari KAMMI LIPIA.

Dalam kesempatan kali ini, Tiar Anwar Bachtiar menjelaskan makna Nativisasi, yakni kembali pada yang asal, atau yang asli. "Masalahnya, ‘yang asli' di Indonesia justru absurd. Tak ada yang benar-benar orang Indonesia asli," ujarnya. Maka dari itu, Tiar mengungkap bahwa justru yang dimaksud dengan nativisasi di Indonesia ini adalah hinduisasi.

"Hinduisasi adalah upaya mainstream untuk membuat sejarah Indonesia seolah-olah berasal dari Hindu," ungkap Tiar. Di Indonesia, hinduisasi ini digencarkan oleh orientalis seperti Thomas Stamford Raffles (1817) yang menulis sebuah buku berjudul "The History of Java" dan William Marsden, yang menerbitkan buku dengan judul "The History of Sumatera" pada tahun 1811. Keduanya memiliki pemikiran yang mirip, yaitu sama-sama mendiskreditkan Islam.

Di akhir kesempatan, Tiar berpesan kepada para peserta SPI bahwa di antara banyaknya pilihan, manusia berkewajiban untuk memilih yang benar. Termasuk memilih ilmu pengetahuan seperti sejarah. Menafsirkan sejarah baiknya memercayai apa yang diturunkan oleh Allah dan disampaikan Rasulullah kepada para umatnya, sebab Rasulullah saw tidak mungkin berkata bohong. (Ajeng/islamedia/js)


close
Banner iklan disini