Setelah Kritikan Pedasnya di PBB, Amerika Ingin Menggulingkan Presiden Argentina


Islamedia.co -  Presiden Argentina, Kamis (02/10) menuduh Amerika berada dibalik usaha pembunuhan yang dilakukan pada dirinya dan merencanakan untuk menggulingkan pemerintahannya.
Seperti yang dinukil oleh situs elshaab org dari kantor berita Anadolu, dalam wawancaranya pada sebuah stasiun televisi, Presiden Argentina Cristina Fernández de Kirchner mengatakan: "jika terjadi apa-apa terhadap saya maka jangan pernah mencari pelakunya ke Timur Tengah, tapi carilah ke Amerika Utara", Christina menuduh para pengusaha dan bos-bos bank Argentina merencanakan untuk membunuhnya dan menggulingkan pemerintahannya dengan bekerjasama dengan kekuatan asing.

Christina menambahkan bahwa dirinya pernah mendapat ancaman pembunuhan dari pihak yang mengaku kelompok ISIS dikarenakan kedekatan dirinya dengan pimpinan spritual Katolik Paus Paulus Francis, namun ancaman itu tidak lain adalah konspirasi yang dibuat oleh Amerika sendiri.

Sementara itu, pihak-pihak oposisi Argentina membantah tuduhan-tuduhan Christina dan menganggapnya sebagai fitnah belaka.

Perlu disampaikan bahwa Presiden Argentina, Christina, beberapa hari yang lalu telah "meledakkan bom" dan 'membakar banyak jenggot' di sidang PBB saat sang presiden berpidato dan mengecam sikap politik Amerika dan konco-konconya yang penuh dengan kemunafikan dan kontradiksi. Kecaman pedas itu beliau sampaikan saat bersidang untuk memutuskan status ISIS yang harus dibasmi oleh aliansi yang dikomandoi oleh Amerika sendiri. Christina mengecam pedas Amerika dan PBB dan mengecam berbagai keputusan sidang PBB sebelumnya, juga sikap beberapa negara yang menjadi aliansi Amerika, yang penuh dengan kontradiksi terkait perang melawan teroris. Kecaman pedas Christina di PBB itu mengakibatkan kepada diputusnya siaran langsung pidato Christina dan terjemahannya, dimana hal ini dianggap sebagai pelecehan terhadap hak anggota dewan keamananan untuk menyampaikan pendapatnya secara bebas. Argentina sendiri belum memberi komentar resmi terkait pemutusan pidato sang presiden yang kini mendapat gelar singa betina PBB. Sebagaimana dilansir elshaab.org, Kamis (02/10)-[Syaff].