Sekjen PBB Ban Ki-mon “Si Setan Bisu”


Islamedia.co -  Sekjen PBB Ban Ki-mon Rabu 15 Oktober 2014, melakukan kunjungan ke Jalur Gaza untuk melihat besarnya kehancuran di berbagai wilayah di Jalur Gaza. Dia mengunjungi lembaga-lembaga UNRWA yang digempur Zionis.

Namun sejumlah pihak kecewa dengan apa yang disampaikan Ki-mon dalam konferensi persnya. Direktur Pusat HAM “Mizan”, Isham Yunus, menyatakan bahwa sekjen PBB sama sekali tidak menyinggung persoalan mendasar seperti tanggung jawab moral dari PBB atas kejahatan perang yang terjadi, bahkan lembaganya menjadi bagian dari masalah ketika lebih memilih diam.

“Kami berharap dia menunjukkan sebab masalah, mempertanyakan dan menghukum pihak yang melakukan kejahatan karena penjajah menganggap dirinya di atas hukum. Kami tunggu dia mengatakan, sekarang saatnya menghukum ‘Israel’atas kejahatannya setelah 51 hari melancarkan perang.”

menurut pengamat politik Dr. Walid Mudalil, dia bisa mengkriminalkan “Israel”, sementara dia justru mengecam perlawanan. Di Gaza dia bicara berbeda dengan apa yang dia sampaikan di “Israel”.

Di Israel Dia mengatakan, “Kami terkejut dengan apa yang kami saksikan. Tidak mungkin penduduk selatan ‘Israel’ hidup di bawah ancaman roket dari udara dan terowongan. Saya telah mengecam terowongan dan roket yang ditembakkan Hamas. Hal ini tidak bisa diterima, ini telah menyerang penduduk sipil, ini harus dikecam.”

Sementara di Gaza dia bicara, “saya mendengar anak-anak dan para guru berbicara tentang cobaan yang mereka alami. Apa yang terjadi di Gaza adalah kehancuran besar dan aib bagi masyarakat internasional, menuntut kebutuhan besar. Seharusnya yang lahir di Gaza bukan sebuah kejahatan. Apa yang dilakukan anak-anak itu sehingga dibunuh ‘Israel’?”

Ban Ki-mon tidak memiliki keputusan dan tidak keluar dari garis yang ditetapkan Amerika. Untuk itu dia hanya cukup berkunjung dan mengeluarkan pernyataan, tidak diikuti oleh langkah konkrit apapun.

Dia adalah pegawai keamanan Amerika yang tidak memiliki keberanian berkata benar. Dia hanya cukup mengeluarkan pernyataan mengecam “Israel” dan Palestina.

Seharusnya Ki-mon mencari sebab penderitaan rakyat Gaza, tidak lain adalah penjajah Zionis. Tidak ada optimisme PBB menghukum “Israel” atas kejahatannya menggempur lembaga-lembaga PBB, padahal ini sudah berulang kali terjadi dalam perang sebelumnya tahun 2009, 2012 dan sangat mungkin akan berulang lagi dan tanpa sanksi apapun.

Maka layak lah PBB dan ban ki-moon kita sebut sebagai “setan bisu” karena tidak berani menyampaikan kebenaran padahal dia mampu untuk mengatakanya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah berkata: “Orang yang berdiam diri dari menyampaikan kebenaran (padahal ia mampu menyampaikannya, ) adalah Syaithon Akhros (Setan yang Bisu dari jenis manusia).” (islamedia/infopalestina)