Jalani Kehidupan Bagaikan Air Mengalir


Islamedia.co -  Air itu mengalir ke dataran yang lebih rendah. maka jangan paksakan air itu mengalir ke dataran lebih tinggi.

Banyak yang selalu mengatakan jalani hidup seperti air mengalir. tapi tak membaca hakikat aliran air itu.

Orang-orang partai dan kaum akademisi telah kehilangan hakikat air mengalir ke dataran yang lebih rendah. mereka kehilangan ruh aliran air.

Hakikat sujud, hakikat kepala berada di posisi paling rendah, itu adalah salah satu hakikat air mengalir ke dataran yang lebih rendah.

Dalam Al-Qur'an Surat Al Hijr:45: Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir).

Ujung dari air mengalir ke dataran yang paling rendah yang bersumbu pada Surat Al Hijr ayat 45 itu. Bersujudlah dg hakikat air mengalir.

Formasi sujud itu formasi air mengalir ke dataran yang lebih rendah. maka rendahkanlah laku kita di hadapan Allah.

Kepala itu ada di posisi tertinggi dan ia menjadi yg lebih rendah ketika kita bersujud. Begitulah air mengalir, aliri perjalanan ruhani diri ini.

Perjalanan ruhani itu hakikatnya seperti air mangalir itu. semakin mengalir, semakin dekat dengan Sang Pencipta. Semakin merunduk, merendah.

Agak susah memang bicara soal hakikat diri, hakikat perjalanan ruhani jika kita masih melekat pada hal-hal yang aksesoris, hal-hal syariat.

Perjalanan yang penuh gejolak, seharusnya membawa seseorang masuk ke dalam perjalanan ruhani yang alirkan hakikat air itu.

setiap hari berapa kali dilimuri dengan aliran air wudhu. tapi acapkali tak ada kejernihan dalam berpikir, tak ada kematangan dalam bertindak.

(@eae18/islamedia/ibnu)