Geliat Idul Adha di Osaka


Islamedia.co -  Hari Raya Idul Adha merupakan hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijah pada kalender islam, yang tahun ini di Jepang bertepatan dengan  tanggal 5 Oktober 2014.


Pada hari tersebut umat muslim diperintahkan untuk bersembahyang bersama, serta melakukan penyembelihan binatang seperti kambing, sapi, unta yang kemudian dagingnya dibagikan kepada para fakir miskin.
Di rumah-rumah biasanya menyediakan berbagai hidangan daging. Tidak hanya orang kaya, tetapi orang miskin pun bisa menikmati hidangan daging yang diperolehnya.
Tetapi bagaimana suasana perayaan hari raya di Osaka, Jepang?
Di Jepang, salat idul adha biasanya dilakukan di mesjid-mesjid jika tempatnya mencukupi, akan tetapi karena jumlah mesjid yang masih sedikit, dan dengan lahan yang tidak terlalu luas, maka banyak juga komunitas muslim di Jepang  yang mengadakan salat ied di gedung pertemuan, gedung sekolah ataupun tempat lainnya yang bisa dipinjam.
Di Osaka sendiri, mesjid Ibaraki mengadakan salat idul adha di Korean International School. Sekolah ini telah menjalin hubungan baik dengan mesjid Osaka, sehingga umat islam diperkenankan menggunakan sebagian wilayah sekolah untuk salat ied tahun ini. Selain warga Jepang yang muslim, jamaah dari berbagai belahan dunia yang sedang tinggal di Jepang juga hadir di sana. Ada yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Mesir, Bangladesh, India, Australia, Inggris, dan sebagainya.
 
Korea Internasional School, tempat diselenggarakan Sholat Idul Adha
 
Penyembelihan hewan kurban biasanya tidak dilakukan di Jepang, umat muslim di Jepang biasanya membeli hewan kurban di negaranya masing-masing dan dibagikan ke orang-orang miskin yang ada di negaranya atau di negara lain yang memerlukan.
Setelah salat ied biasanya mereka berkumpul bersilaturahmi menikmati berbagai hidangan halal berupa masakan Indonesia dan lainnya bersama-sama dengan teman-teman atau kerabat. Berikut ini adalah gambar suasana warga muslim Indonesia yang sedang berkumpul.
Acara silaturahmi seperti ini sangatlah penting bagi warga muslim di perantauan, karena bisa menjadi tempat saling bertukar informasi, melepas rasa rindu akan kampung halaman, dan mempererat persahabatan.
Teguh Anugeraha
Muslim Indonesia yang tinggal di Osaka, Jepang