Pemuda Mesir Ini Mendapatkan Syahid Setelah Melamar Seorang Gadis


Islamedia.co - Tanggal 14 Agustus 2013 lalu adalah sejarah yang tak akan terlupakan dalam sejarah dan memori rakyat Mesir dan dunia, Rabu 14 Agustus 2013 adalah hari kelam dalam sejarah demokrasi Mesir, ribuan nyawa anak terbaik dari negeri seribu satu menara itu gugur dalam aksi kebiadaban kudeta militer yang membantai rakyatnya sendiri, mulai dari pembantaian Lapangan R4bia El-Adaweah, Lapangan Nahdah, Ramsies, Abu Za’bal, Manhoura dan sebelumnya, pembantaian Garda Republik, pembataian Monument Sadat dan berbagai tempat pembantaian lainnya yang tersebar di penjuru negeri Kinanah.

Mengenang setahun pembantaian pejuang demokrasi, pejuang kebebasan dan pejuang keadilan Mesir, Kami berusaha kembali melanjutkan menceritakan kisah kehidupan para para syuhada legitimasi Mesir yang beberapa bulan belakangan ini sempat lama vakum, karena kesibukan dan banyak hal lainnya, sehingga proyek ensiklopedia syuhada ini sempat berhenti. Semoga Allah senantiasa memberi kita semua kekuatan dan taufiq agar kita mampu menjalankan dan mewujudkan mimpi-mimpi mulia kita.

Insya Allah pada kesempatan kali ini, kita akan mencoba menggali kehidupan seorang pemuda yang telah melamar seorang gadis untuk dijadikan pendamping hidupnya di dunia dan akhirat, namun sebelum pemuda itu menyempurnakan niatnya, Allah telah lebih dahulu memilihnya, untuk mendapatkan kemuliaan sebagai syahid dengan tembakan sniper di Ramsies yang menembus kepalanya dari depan. Allah telah menggantikan bidadarinya dengan bidadari surga. Ia adalah As-Syahid –insya Allah- Abdul Aziz Muhammad Badi’.


15 Agustus besok adalah ulang tahun As-Syahid yang lahir pada tahun 1988, dan syahid ketika berumur 25 tahun dalam pembantaian Ramsies (16 Agustus 2013), dua hari setelah pembantaian demonstrasi bertahan di R4bia (Rabu, 14 Agustus 2013).




Berikut adalah penuturan dari tunangan As-Syahid yang menceritakan kepribadian dan kehidupan As-Syahid hingga ia berhak mendapat karunia Allah sebagai syahid:


Saya Maryam, tunangan sang syahid, Ia lahir 15 Agustus 1988 dan Syahid pada 16 Agustus 2013 dalam tragedi Ramsies. 
Jebolan Ilmu Hukum Inggris dari Universitas Ain Syam, … telah merampungkan program master … dan tengah mempersiapkan pendidikan doktoralnya. Ia bekerja di divisi hukum sebuah perusahan besar yang bergerak dalam bidang investasi properti.
Abdu El-Aziz adalah seorang yang sangat menyayangi keluarganya, ia benar-benar seorang lelaki dengan arti yang sesungguhnya, jarang mau bersendagurau.

Sebelum peristiwa itu, ia pernah ditangkap dua kali, semasa masih mahasiswa, bahkan kakinya pernah terluka akibat peristiwa El-Ittihadiyah. 
Ia bergabung dalam arus revolusi, bahkan ia selalu ikut pada kebanyakan aksi-aksi besar setelah revolusi itu. Ia punya keinginan kuat berjihad di Syria, atau di Gaza. Ia berada di R4bia semenjak hari pertama digelar aksi disana.
Sungguh mengherankan sekali, setiap kali ada aksi, ia selalu seolah ditakdirkan untuk berada di dalam pusaran aksi itu, dan ia selalu ada disana.

Mulai dari peristiwa perang Unta hingga tragedy pembantaian R4bia … saya selalu melihatnya menangis dan berwajah muram, oleh karena itu, ia selalu berkata: “Jangan pernah menyerah untuk meraih mati syahid … saya yakin, jika saya termasuk seseorang yang bersungguh-sungguh, pasti Allah akan memilih saya”.

Satu hari sebelum ia syahid, ia berkata kepada saya: “Saya akan pergi dan bercengkrama dengan para bidadari penggantimu, tentunya suatu saat engkau akan menyusul saya, insya Allah”.

Saya melihatnya, pada hari di mana ia menemui kesyahidannya, ia benar-benar berada pada puncak spiritualitasnya yang tertinggi, ia menyunggingkan senyum, persis seperti senyumannya pada hari-hari sebelumnya, dan ia telah menggapai impiannya …
Ia membenarkan Allah, maka Allah membenarkannya juga, Semoga Allah merahmatinya.

Kalau pun Allah tidak mentakdirkan kami memperoleh istana dunia, maka surga di akhirat pasti akan kami peroleh, insya Allah.

Tenang di dalam surga, wahai lelaki yang baik dan yang membenarkan.

[syuhadar4bia.com]