Berkunjung ke Jeddah, Jangan Lupa Melihat Makam Siti Hawa


Makam Siti Hawa di Jeddah (Foto : Viva)
Islamedia.co - Kota tua Balad di Jeddah, Arab Saudi, menyimpan sejarah peradaban manusia di bumi. Di wilayah ini, tepatnya Distrik 1 Al-Ammereyah, dimakamkan wanita pertama di muka bumi, Siti Hawa.

Jangan membayangkan kompleks pemakaman megah. Karena memang tidak ada yang terlihat istimewa di pemakaman tua yang berlokasi di Jalan Mawkib Al Iman itu. Tanpa pemandu, niscaya kompleks makam ini akan terlewati karena jalan yang ramai dan tidak adanya petunjuk arah untuk memudahkan orang-orang yang ingin berziarah ke sini.

Kompleks pemakaman ini hanya ditandai tembok marmer setinggi tiga meter yang mengelilingi area seluas kurang lebih 400 meter persegi. Tembok ini mengelilingi tiga sisi makam. Sementara di sisi Jalan Mawkib Al Iman yang sebagian tertutup tembok pagar, terdapat pintu gerbang yang ditunggui dua penjaga.

Satu-satunya yang menandai Siti Hawa dimakamkan di sini hanya papan di depan pintu masuk yang bertuliskan huruf Arab "Maqbarah Hawwa". Artinya, makam Siti Hawa.
 
Di bawah papan tersebut teronggok sebuah peti mati yang terbuat dari kayu berwarna coklat tua. Peti mati itu digeletakkan begitu saja, dengan bagian penutup yang sedikit terbuka.

Dua penjaga terlihat santai. Karena tidak banyak pengunjung makam yang hendak berziarah. Namun sebelum masuk ke kompleks makam, keduanya tidak mengizinkan pengunjung membawa kamera DSLR. Larangan juga berlaku untuk pengunjung perempuan memasuki kompleks makam dengan alasan bid'ah, sesuatu yang tidak pernah dilakukan pada masa Nabi Muhammad SAW.

Melewati pintu gerbang, di sisi kiri sebelum memasuki areal makam, terpasang beberapa kaligrafi yang berisi doa-doa adab masuk ke makam. Sementara di sebelah kanan terdapat ruang pemandian mayat, kamar kecil dan musala.

Di areal makam, sejauh mata memandang tidak terlihat gundukan tanah merah atau rumput hijau yang dihiasi batu nisan, seperti pemakaman-pemakaman di Indoensia. Seperti umumnya pemakaman di Arab Saudi, makam-makam ini hanya berupa lajur-lajur panjang yang kemudian dibagi dalam blok-blok yang panjangnya sekitar 1 meter.

Tidak ada tanaman atau pohon-pohon yang menghiasi makam. Makam terlihat berpasir, panas dan kering kerontang. Satu-satunya yang menghiasi makam adalah ratusan merpati hitam dan abu-abu jinak yang bertengger di sepanjang lajur makam. Sesekali burung-burung ini mengepakkan sayapnya, namun kembali lagi bertengger di makam.

Dari deretan makam-makam tersebut, tidak ada yang tahu persis di mana Siti Hawa dimakamkan, termasuk para penjaga. Benar-benar tanpa petunjuk. Namun diyakini istri Nabi Adam AS itu dimakamkan di kota yang menjadi pintu gerbang menuju kota suci Makkah itu.

Bahkan kota Jeddah konon berasal dari kata Jaddah atau Juddah yang dalam bahasa Arab berarti nenek, yang merujuk pada Siti Hawa yang diturunkan dan dimakamkan di kota ini.

Namun beberapa literatur menuliskan bahwa Jeddah berasal dari kata Jiddah yang artinya, lepas pantai. Kota ini secara geografis memang berada di sebelah pantai timur Laut Merah, persisnya 309 garis Bujur Timur dan antara 21-289 garis Lintang Utara, atau kurang lebih 75 km dari Kota Suci Makkah.[viva/umi/Islamedia/YL]