Bagaimana Islam Memandang Ketika Nafkah Keluarga Ditanggung Isteri


Islamedia.co - Assalamualaikum Ustadz. Saya mau tanya bagaimana islam memandang jika ada di rumah tangga istri yang menanggung semua biaya ekonomi untuk kebutuhan rumah tangganya dengan 2 orang anak yang masih balita, karena suaminya berhenti bekerja atas kemauan sendiri dan usaha suami sampai 1 tahun ini adalah melamar kerja kesana-kemari naum belum ada satupun yang menerimanya. 

Sampai kapankah batas sang istri yang menanggung beban ini ??? pernah istrinya menyarankan sang suami untuk berjualan saja dan modal akan diberikan oleh istri tetapi suaminya tidak menjawab iya atau tidak mau,hanya bersikap terus mencari dan melamar kerja.

Perlu diketahui oleh Ustad bahwasanya sang istri tetap menjaga rahasia ini karena suaminya tidak mau kalau orang tua kedua belah pihak mereka mengetahui ini semua. jadi selama ini tidak ada satu keluargapun yang mengetahui kondisi suaminya yang sebenarnya sudah tidak bekerja.


Besar harapan saya Ustad/Ustadzah berkenan memberi jawaban. Terimakasih atas perhatian Ustad/Ustadzah.  Wassalamualaikum wr wb.

Jawaban:

Assalamu alaikum wr.wb.

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Ash-shalatu wassalamu ala Rasulillahi wa ala alihi wa shahbihi. Amma ba'du:

Seorang suami wajib memberikan nafkah kepada isterinya. Hal ini berdasarkan hadits Nabi saw, "Kalian wajib memberikan rezeki dan pakaian kepada mereka (isteri) dengan cara yang ma'ruf. (HR Muslim). Bahkan beliau membolehkan seorang isteri mengambil harta suami tanpa sepengetahuannya jika memang mendesak untuk memenuhi kebutuhan primernya. Ini lantaran nafkah isteri dan anak memang menjadi kewajiban suami.

Bahkan kalaupun sang isteri kaya, bekerja, dan memiliki banyak harta, suami tetap  berkewajiban memberikan nafkah kepada isterinya Yaitu dengan memenuhi kebutuhan makan dan pakaiannya.

Adapun ketika sang isteri yang memenuhi nafkah dirinya, anaknya, dan bahkan suaminya, hal itu bukan merupakan kewajiban, tetapi sebagai kebaikan yang insya Allah jika dilakukan dengan niat ikhlas dan cara yang baik akan mendatangkan pahala untuknya.

Karena itu, dalam kondisi suami tidak bekerja dan tidak bisa memberikan nafkah, padahal ia masih kuat dan mampu, maka hendaknya isteri terus memberikan nasihat, motivasi, dan pemahaman kepada suami disertai doa semoga ia mendapatkan pekerjaan yang membuatnya bisa menunaikan kewajiban sebagai suami.

Semoga Allah memberikan kemudahan, kelapangan, dan kebahagiaan kepada Anda sekeluarga. Amin

Wallahu a'lam

Wassalamu alaikum wr.wb.

Tim SyariahIslam.com





close
Banner iklan disini