Amerika Tidak Mampu Belajar Dari Masa Lalu.


Islamedia.co - Harian The Guardian mempublikasikan sebuah analisa yang intinya bahwa Amerika Serikat senantiasa gagal mengambil pelajaran dari sekian banyak peperangan yang sudah dikobarkannya selama beberapa dekade ini, dimana tidak jelasnya target-target yang ingin dicapai sehingga mengakibatkan terjadinya eskalasi dimana-mana, atau karena memang Amerika tidak mendaklarasikan target-target yang sebenarnya dibalik perang palsu melawan apa yang mereka sebut "teroris".

Terkait operasi militer melawan ISIS, Presiden Amerika menjelaskan bahwa tergetnya adalah mengkebiri ISIS lalu menghabisinya. Namun Kepala Angkatan Bersenjata Amerika, Martin Martin E. Dempsey mengakui bahwa ISIS tidak akan bisa dihancurkan bila negara-negara arab belum mengubur akidah dan idiologinya.

Analisa yang sama menyebutkan bahwa sikap Amerika ini memancing pertanyaan terkait kapan Amerika menghentikan serangan udaranya? Kenyataannya, selama beberapa dekade ini Amerika gagal dan tidak mampu menjawab pertanyaan ini, dan serangan udara terus berlanjut dengan korban nyawa yang banyak, dana yang tidak sedikit, namun tidak pernah sukses memenangkan peperangan.

Analisa yang sama menyebutkan beberapa contoh kegagalan Amerika dalam menggapai target-targetnya pada peperangan yang dikobarkannya, seperti peperangan di Vietnam, Korea, dan Afganistan.

Koran The Guardian juga mengatakan: "namun, pendeklarasian target-target yang tidak jelas dan senantiasa berubah-berubah itu adalah berbuah perlawanan dan kekerasan yang terus meningkat naik, sementara kemenangan tidak kunjung tercapai". Seperti yang dinukil oleh Elshaab.Org, Rabu (19/09)-[Syaff].






close
Banner iklan disini