Rakyat Gaza Mengajarkan Kita Akan Makna Sabar dan Tadhiyah


Islamedia.co - Kendati korban jiwa sudah menembus angka 1000 syuhada, tak terdengar suara rakyat Gaza yang memaki-maki HAMAS dan Jihad Islam. Bahkan di kala Israel menyebar propaganda bahwa faksi perlawanan adalah teroris lalu merayu menggelontorkan 50 milyar US, rakyat Gaza malah makin cinta terhadap perjuangan HAMAS dan Jihad Islam.

Ya. Tak ada satupun gerakan perlawanan yang sukses, melainkan didukung secara full oleh rakyatnya yang sekaligus menjadi tulang punggung, bahkan penguat tekad perlawanan dan jihad melawan penjajah. Rakyat Gaza membuktikan segalanya. 8 tahun diintimidasi dengan rudal, pesawat tempur, pembunuhan terencana, hingga pemiskinan sistemik, namun rakyat Gaza malah menjadi suplier mujahidin tersolid abad ini. Taat dengan satu komando. Bahkan menjadi bagian dari HAMAS dan Jihad Islam sebagai kemuliaan, dunia dan akhirat. Sehingga semua berlomba memberikan donasi nyawa dan raga terbaik. Demi tercapainya kemerdekaan hakiki bangsa Palestina.

Rakyat Gaza mengajarkan dunia soal makna sabar, pengorbanan (tadhiyah), dan harga dari sebuah kemerdekaan. Ratusan bahkan ribuan orang tampil di TV, radio, direkam di Youtube. Mereka bangga jika ada salah satu anggota keluarganya telah gugur sebagai syahid, mengharap ridha Allah semata. Malah ratusan orang rakyat Gaza yang terluka sejak 20 hari serangan bejat Israel, mereka menolak dievakuasi ke Mesir untuk berobat. Semua disebabkan, mereka paham, Mesir kini sudah bagian dari rezim Israel yang tak peduli dengan nasib bangsa Palestina. Pasien-pasien korban perang, bukannya diobati atau dirawat dengan mulia, tapi malah diinterogasi dan disiksa, agar kemudian membocorkan rahasia perlawanan pejuang-pejuang HAMAS-Jihad Islam.

Jadi, rakyat Gaza mengajarkan pada dunia Islam dan dunia keseluruhan. Ada nilai hakiki yang patut dicari. Materi-jabatan-pangkat-kedudukan-harta benda-kekayaan. Semua hanyalah buih-buih yang tak ada nilainya di sisi Allah dan kehidupan akhirat, jika tidak dimaksimalkan untuk membela agama Allah. Rakyat Gaza pantas berbangga. Sebab mereka kini menjadi soko guru dunia dalam masalah HAM, amnesti internasional, demokrasi, dan kemerdekaan.

Nandang Burhanudin