Chomsky: Dunia Internasional Sudah Mati, Hanya Turki Yang Serius Bela Palestina dan Menantang Israel.



Islamedia.co - Pemikir dan Intelektual Amerika, Noam Chomsky mengatakan: Turki adalah satu-satunya negara yang memiliki sikap tegas melawan Israel dan dengan lantang memproklamirkan penolakannya terhadap kesewenang-wenangan dan kezaliman yang menimpa rakyat Palestina.

Dalam pernyataannyaa dengan kantor berita Anadolu, Chomsky menyampaikan keyakinannnya bahwa apa yang sekarang sedang dialami Palestina adalah bukti bahwa yang namanya "Masyarakat Internasional" itu sudah tidak ada. Harapan warga dunia agar "Masyarakat Internasional" dapat berbuat dan melakukan sesuatu adalah harapan kosong. Chomsky juga menambahkan bahwa konsep Masyarakat Internasional sudah tidak ada lagi, bagi masyarakat umum itu hanya istilah kosong tanpa makna, tipuan dan hanya fatanorgana.

Chomsky juga menambahkan bahwa negara-negara dunia bergerak demi kepentingan nasionalnya saja. Amerika mendukung Israel demi kepentingan strategi khususnya, sementara Uni Eropa tidak mau peduli pada Gaza, Dan negara-negara arab "retak dalam" membuatnya tidak punya kekuatan penuh untuk berbuat apa-apa.

Chomsky menegaskan, Amerika lah yang paling bertanggungjawab terhadap serangan Israel ke Gaza, karena Amerika berperan secara langsung terhadap pembunuhan-pembunuhan rakyat Palestina lewat dukungan militer, politik, diplomasi dan dukungan idiologi yang diberikan kepada Israel. Chomsky juga menyinggung bahwa Isreal menggunakan senjata Amerika terbaru dan tercanggih dalam menghabisi rakyat Palestina. Padahal dukungan Amerika pada Israel itu berakibat semakin meningkatnya permusuhan dunia Islam terhadap Amerika.
http://musadiqmarhaban.files.wordpress.com/2011/09/bantuan-kemanusiaan-ke-gaza.jpg

Sebagaimana Chomsky juga menyinggung bahwa tidak satupun Kekuatan Internasional atau Organisasi Besar Dunia yang mau secara tegas membela rakyat Palestina, sebagaimana Chomsky juga meyakini bahwa PBB tidak akan berbuat apa-apa untuk menghentikan serangan ke Gaza sehingga tidak ada perlunya menunggu langkah apapun dari PBB terkait hal ini, karena PBB bukanlah faktor penting dan independen dalam perpolitikan dunia, karena PBB hanya sekedar eksekutor kehendak negara-negara kuat belaka. (Anadolu/Syaff)



close
Banner iklan disini