Tak Diterima Jalur Undangan SNMPTN ? Sabar !!!


Islamedia.co - Terlihat cengeng memang, tetapi begitulah Sunatullah-Nya, begitulah Fitrah-Nya. Perasaan kecewa, sedih, galau, tidak percaya dan frustrasi menghiasi semua relung sanubari. Sebagai seorang yang awam dalam masalah hidup, mungkin level pelajar belum ada apa-apanya dibandingkan dengan masalah yang dihadapi oleh ayah dan ibu kita, tetapi yakinlah bahwa ini juga merupakan salah satu bentuk niat dan ikhtiar kita dalam membahagiakan orang tua. Dan  gagal dalam SNMPTN atau jalur undangan bagi pelajar SMA merupakan suatu ujian... ya ujian mental yang sebenarnya (IMHO), maka inilah pokok bahasan utama Saya kali ini.

Menyedihkan memang, kita yang telah belajar selama tiga tahun yang sangat krusial, semuanya dipertaruhkan di jalur ini, banyak yang memilih dengan penuh sifat ambisius ingin ke Perguruan Tinggi Negeri/PTN ini dan ingin ke PTN itu dengan jurusan yang bergengsi, tetapi ada juga yang memilih realistis dengan semua keterbatasan kemampuan dinilai akademiknya, mungkin lebih tepat ‘menyesuaikan atau tahu diri’. Namun satu hal mutlak yang diharapkan oleh rata-rata pelajar ialah, bahwa mereka tidak perlu repot-repot untuk belajar lagi menghadapi berbagai ujian atau tes tulis untuk masuk PTN atau lewat jalur lainnya.

Masalah berikutnya ialah apakah mereka bisa lolos melalui jalur undangan tersebut? Bersyukur dan berbahagialah bagi kalian yang lolos dan diterima, dan cobalah untuk mengambil ‘undangan ekslusif’ tersebut, karena saat kalian memutuskan menulis jurusan dan universitas yang Anda pilih itu, maka sudah sepatutnya kalian telah musyawarahkan, menimbang-nimbang dan tabayyun hal tersebut dengan orang tua atau dengan yang lainnya. 

Tetapi bagaimana jika kalian menolak mengambilnya? Lihatlah faktor reputasi sekolah kalian, adik kelas kalian dan yang terpenting teman-teman kalian yang tidak lolos, karena tidakkah kalian melihat dan menyadari, bagaimana teman-teman seperjuangan kalian yang sangat mengharapkan lolos jalur undangan tersebut tapi tidak kesampaian, itu semuanya berpengaruh atas keputusan kalian, maka silahkan pikir sendiri! Itu pun jika kalian masih mempunyai hati nurani.

Lalu bagaimana sikap kita jika tidak lolos jalur undangan tersebut? Apakah kita akan terus-terusan larut dalam kesedihan? Atau terus-terusan menyesali kita yang tidak serius belajar selama tiga tahun belakangan ini yang sangat mempengaruhi jalur undangan tersebut? Wake Up Brother! Semuanya sudah berlalu, ayo bangkit! Masih ada jalur tes tulis nasional atau SBMPTN dan jalur mandiri di setiap PTN lainnya!

Sambil muhasabah diri, cobalah simak lagu dari Ali Sastra Feat. The Jenggot yang berjudul “Kita Mampu” dengan memaknai lirik lagunya seperti yang tertera di bawah ini sahabat.


Saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
 
Saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU

Pernahkah dirimu merasa gelisah
begitu hebatnya beban yang harus engkau bawa
kurasa susah, semangat payah, lalu kau pasrah, hentikan langkah,
hingga akhirnya kau mengalah

Di saat itu kau harus tahu
bahwa Tuhan sebenarnya memberi ujian padamu
ujian untuk mengukur kadar keimananmu
ujian untuk mengangkat meninggikan levelmu

karena tak ada ujian yang tak bisa dilalui
karena Tuhan telah mengukur diri ini
lebih baik hadapi segala beban diri
hadapi dengan ikhlas di hati

engkau tak sendirian menghadapi cobaan
saudara seiman pasti kan ulurkan tangan
kita hadapi semua dengan hati terbuka
yakin ini hanyalah ujian semata

saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
 
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU

bertubi-tubi cobaan pun silih berganti
seakan-akan tak habis-habis dan tak berhenti
kita rasakan semakin lemah setiap hari
bahkan muncul keinginan tuk coba bunuh diri

tapi sejenak cermatilah kehidupan ini
betapa luasnya karunia dari Ilahi
meski kadang di tengah, kadang di sisi, kadang di atas, kadang dibawah
kadang tak dimengerti

sadarlah kawan, di sepanjang perjalanan
sungguh hidup ini terus memberi pelajaran
karena bagaimanapun selalu ada Tuhan
yang memberikan kekuatan

satu persatu, seiring berjalannya waktu
kita akan tahu sebenarnya yang Tuhan Mau
Tuhan ingin kita jadi manusia yang TANGGUH
Tuhan ingin agar kita tak mudah tuk mengeluh

saat kau terpuruk dan terjatuh
pakai pundakku dan kita lawan terpuruk itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU
 
saat beban penuhi pundakmu
genggam bahuku dan kita bagi bebanmu itu
karena TUHAN TAHU KITA MAMPU, KITA MAMPU

aku di sini sedia menemani
siap bantu jika beban itu mau kau bagi
jangan pikirkan pamrih, hilangkan semua perih
jangan lagi terpuruk dan tenggelam dalam sedih

genggam erat pundakku, cengkram erat bahuku
biar segera terbagi semua beban itu
bersama kita maju dan melangkah tanpa ragu
hapus semua pilu agar kita terus melaju

Tuhan tak pernah tidur, apalagi mendengkur
semua ini jelas-jelas telah Tuhan ukur
mungkin dengan begini kita kan tahu bersyukur
mungkin dengan ini kita takkan pernah takabur
TUHAN ADA DI SINI, DI DALAM JIWA INI 
Ebiet G Ade pernah melantunkan syair ini
ayo bangkit berdiri kalau perlu kita lari
tetap semangat tuk hadapi semua ini

Sebagai penutup, akan Saya kutip sebuah pepatah Arab yang memang tidak ada dalil Hadits maupun Quran-Nya, namun ini sudah menjadi Sunatullah yang nyata, selain itu pepatah ini juga sempat terkenal oleh sebuah novel best seller karya Ahmad Fuadi “Negeri 5 Menara” yang bahkan telah di filmkan, maka tidak asing lagi bunyinya ialah:

MAN JADDA WAJADA
(Barang siapa yang bersungguh-sungguh, maka Ia akan mendapatkannya).

Fakhri El HakimKelas XII
Mantan ketua Rohis SMAN 9 Tangsel